Kemenangan Hati Mulya Dan Totalitas Sang Ketua DPC H.Sunarno SE.Mhum.

Ketua DPC PDI Klaten H.Sunarno bersama Dua Srikandi Klaten.
Klaten Mattanews.com – Tiga Hari lalu tepatnya 9 Desember 2015 baru saja rakyat Indonesia melaksanakan pesta Demokrasi yakni Pilkada serentak. Tak mau ketinggalan Klatenpun ikut meramaikan proses demokrasi di Indonesia ini. Hasilnyapun telah kita ketahui bersama dimana dalam Pilkada Klaten pasangan yang diusung partai pemenang Pemilu yakni Hajah Sri Hartini- hajah Sri Mulyani dua lawannya. Dan sebuah rekor tersendiri, dimana kali pertama jabatan Bupati dan wakilnya dipegang sosok perempuan. Mungkin ini sejarah yang baru pertama kali terjadi di dunia.

Kemenangan pasangan Dua Srikandi ber Hati Mulya sebenarnya sudah dipredisksi jauh sebelum Pilkada berlangsung. Keyakinan dan optimisme warga PDI inilah yang akhiya mampu merangkul 6 partai pendukung lainnya seperti Hanura, dua kubu PPP, Gerinda, Nasdem dan PKS. Di detik-detik terakhir partai kuningpun akhirnya ikut merapat dengan pasukannya yang bernama “Laskar Janur Kuning. Sebuah analisa serta kalkulasi politik yang matang bagi para petinggi partai. Karena mereka tak mau berada diluar pemerintahan. Maka cermat dan cerdik mereka lebih memilih calon Bupati yang 90 persen dipastikan jadi.
Ketua DPC H.Sunarno bersama pengurus partai dan Dewan
Namun seiiring perjalannya waktu memasuki masa kampanye, para elite partai pendukung dan pengusung termasuk pendukung dibawahnya sempat galau, manakala berhembus issu terjadi perpecahan di tubuh partai PDI Perjuangan. Karena jika hal ini memang terjadi, maka peta politik jelang Pilkada dipastikan akan berubah. Maka tak heran jika didalam jajaran tim sukses dan pengurus partai kegalauan tampak tersirat.

Dalam kondisi inilah beruntung PDI Perjuangan Klaten punya sosok pemimpin yang arif, bijaksana dan gigih berjuang tanpa pamrih demi rakyat dan partai. H.Sunarno SE.Mhum selaku ketua partai yang bertanggung jawab atas kemenangan langsung turun kebawah segera melakukan konsolidasi dan rapatkan barisan. 20 hari jelang pelaksanaan Pilkada soliditas partai mulai dari jajaran struktural DPC hingga anak ranting terbentuk. Issu pecahnya PDI Perjuangan Klaten terantisipasi.
H.Sunarno.SE.Mhum dan Kapolres Klaten
Banteng banteng liar yang sebelumnya sempat cari lawuh ke ladang dan sawah orang lain langsung kembali ke kandang masing-masing. Bahkan mereka yang sempat punya rumah dan komunitaspun akhirnya “bedol deso” manakala sang ketua meniupkan peluit sangkakalanya. PDI Klatenpun solid. Aum Banteng Klaten semakin kuat dan lantang dan membuat “majikan” sementaranya kelimpungan ketika rumah dan kandangnya kosong ditinggal banteng yang sempat dipeliharanya kembali ke habitat aslinya.

Konsolidasi, rapat, pemantapan kader dan saksi terus dilakukan atas perintah sang ketua. Totalitas tanpa batas. Siang malam seakan tak kenal lelah mantan Bupati Klaten ini terus melakukan pemantapan demi kemenangan Dua Srikandi. Blusukan dari satu kampung ke kampung lain, menyusuri gang dan kebon penduduk, masuk masjid keluar surau setiap hari, adalah hal wajar yang dilakukan, baik siang dan malam hari.
Dua Srikandi wanita hebat Klaten siap pimpin Klaten
Itulah kelebihan beliau ketika diberi tanggung jawab partai untuk mengawal calon pemimpin daerah dalam Pilkada. Walau sempat membuat kader Banteng gelisah namun hasil akhir tak mengecewakan. PDI Perjuangan Klaten, mampu menghantarkan dua perempuan hebat sebagai pemimpin Klaten. Dan ini merupakan rekor pertama di Indonesia dan dunia. Dimana seorang Bupati dan wakilnya semua dijabat sosok wanita pemberani. Dua Srikandi mampu memenangkan Pilkada Klaten dengan mendulang 321.197 suara (48,98%). (tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...