Gara-gara "sangkar" Istrinya "Rusak", Sambudi Masukan Burung Ke "Kandang" Anaknya.

Pelaku yang nggak patut dicontoh
Klaten Mattanews.com - Perbuatan bejat Sambudi (48) pria asal kecamatan Ceper, Klaten, jawa Tengah sungguh sangat tidak layak dicontoh. Bagaimana tidak, dengan dalih tidak mendapatkan nafkah batin dari sang istri, buruh pabrik tersebut tega meniduri anak kandungnya yang masih berumur 14 tahun.
Dalam gelar perkara yang dilangsungkan di Mapolres Klaten, Sambudi mengaku kesepian karena semenjak kandungan anak kedua sang istri berumur 7 bulan hingga anak kedua berumur 5 tahun dia tidak mendapatkan nafkah batin. Tersangka melakukan aksi bejadnya saat istrinya berangkat ke pasar dengan iming-iming tambahan uang saku dan ancaman tidak diberi uang jajan. “Sejak istri saya mengandung tujuh bulan hingga anak kedua berusia lima tahun, tidak pernah dikasih jatah,” ungkap Sambudi saat gelar perkara di Ruang Kasat Reskrim Klaten, Selasa (15/12).
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Farial M Ginting menjelaskan Kejadian itu baru mencuat setelah korban mengadukan perbuatan bejat ayah kandungnya kepada Budhe nya pada November 2015 lalu. Aksi bejat tersebut sudah dilakukan sejak 2011. Setelah kejadian pertama, Sambudi sering menyetubuhi korban ketika istrinya atau ibu korban sudah berangkat ke pasar. Selain meringkus Sambudi pada Jumat (11/12) di rumahnya, petugas mengamankan sejumlah alat bukti berupa satu potong kaos pendek warna putih, satu potong celana panjang kain warna putih motif bintang, satu potong miniset, dan satu potong celana dalam.
 “Tersangka mengaku khilaf dan terdorong nafsu karena tidak pernah dilayani sang istri, aksi menyetubuhi itu dilakukan sejak sang istri mengandung tujuh bulan. Sang Ayah mengaku mengancam agar aksinya tidak dilaporkan kepada siapa pun,” jelas AKP Farial M Ginting
Akibat aksi bejadnya, Sambudi dijerat pasal 81 ayat 2 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat (5) lima tahun hingga 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar).(aga)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...