Dua Tokoh, Mas Aris dan Ibu Hartini Bertemu Di Karangnongko. Pilkada Klaten "Telah Selesai".

Bersatunya salam tiga jari Bu Hartini dan Mas Aris simbol dan pertanda PDI mulai tancap gas
Klaten Mattanews.com – Rumor dan issu pecahnya suara PDI Perjuangan dalam Pilkada Klaten begitu santer berhembus. Bahkan tetangga sebelah telah mengklaim 80 persen banteng Klaten telah masuk dan mendukung pencalonan jagonya. Namun sayang romor issu yang dihembuskan lawan politik tersebut tidak mempan. Semua hanya sebatas bualan. Dua tokoh PDI Perjuangan Aris Widhiarto dan Sri Hartini  yang juga calon Bupati Klaten bertemu di Karangnongko Kamis (3/12). Keduanya saling berangkulan dalam suasana yang hangat mesra dan familier sambil melepaskan rasa kangen dan kerinduan yang mendalam. Sontak pertemuan dua tokoh yang diisukan “bersebrangan” ini membuat 3600 kader PDI bertepuk tangan dan memekikkan salam perjuangan Merdeka.

Dalam orasi mengungkap rasa kangen dan cintanya pada sang Bunda Sri Hartini, tokoh politik yang dikenal dengan sebutan si kerempeng Setiyaki ini mengaku tak pernah goyah walau begitu banyak gelombanag badai yang menerjangnya. Menurut putra tokoh Marhaenis Klaten ini, semua fitnah dan adu domba yang menjelekkan dirinya selama ini, bagian dari pendewasaanya dalam berpolitik dan bersikap sebagai poltisi.
Kompak dan satu tujuan menangkan Pilkada Klaten
“Selama ini banyak fitnah dan caci maki dan meragukan sikap politik saya dalam Pilkada Klaten. Saya diam, saya hanya melihat dan mendengarkan. Tapi saya yakin Tuhan yang diatas Maha Segalanya. Dia tahu siapa aris yang sebenarnya. Dimana hati dan perjuangan sikap politik aris. Ingat aris adalah putra seorang Marhenis sejati. Maka fitnah dan badai sekuat apapun tak bisa menggoyahkan sosok aris yang tetap konsisten Tegak lurus menjalankan dan berpegang pada garis partai. Aris PDI dan tetaap konsisten. Karena aris kader yang memiliki loyalitas dan militanisme yang tak perlu disangsikan”, tegasnya.

Sebuah orasi yang sangat ditunggu tunggu ribuan kader PDI Klaten terjawab sudah. Kini PDI Klaten benar benar utuh dan solid. Jika saat ini masih ada yang mengaku kader PDI asli, kader PDI putih atau merah, dapat dipastikan mereka adalah oknum kader yang sakit hati dan bergerak hanya untuk kepentingan pribadi sesaat. PDI Perjuangan tetap utuh dan selama ini selalu utuh. Karena PDI Klaten memang tidak pernah pecah.
Ketua DPC PDI-P H.Sunarno all out untuk PDI Klaten
Sementara dalam gemblengan singkatnya ketua DPC PDI Perjuangan Klaten H.Sunarno.SE.Mhum didampingi calon Bupati Klaten Hajah Sri Hartini menegaskan PDI Perjuangan Klaten hanya satu yakni Banteng moncong putih dengan kader dan pengurusnya memiliki loyalitas dan militanisme tinggi. Untuk itu menurut Sunarno malu, jika partai pemenang pemilu tidak bisa punya Bupati.

“Kita partai besar, partai pemenang pemilu dan sekarang didukung 6 partai lain untuk mengusung pasangan Sri Hartini-Sri Mulyani. Maka tak ada lagi keraguan bagi seluruh warga dan kader banteng di Klaten untuk bergerak. Kita harus menangkan Pilkada, PDI harus punya Bupati, karena kita partai pemenang Pemilu. Bertemuanya mas Aris dan ibu Hartini adalah simbol dan tanda jika kita semua sudah saatnya bergerak dalam satu tujuan rebut Pilkada Klaten dudukan Sri Hartini- Sri Mulyani di kursi AD 1”, tegas sang ketua DPC.
Hajah Sri Hartini bersama para Srikandi tangguh Klaten
Sementara calon Bupati Klaten Hajah Sri Hartini mengaku senang, bangga dan salut punya kader dan teman seperti sosok Aris Widhiarto. Kedewasaan dan kematangan beliau sebagai politikus, membuat dirinya mampu mengatur ritme emosi politiknya sehingga walau banyak fitnah dan badai, dirinya tetap tegar dan tetap loyal tegak lurus terhadap partai.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...