Tolak Impor Beras, Ganjar Nyegur Sawah nandur Pari.

Ganjar turun ke sawah menanam padi di Gantiwarno
Klaten Mattanews.com - Dalam rangka memberikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petani, gubernur jawa tenggah Ganjar Pranowo, meluncurkan program peningkatan produksi dan pemasaran beras unggulan jawa tenggah di towangsan, Gantiwarno, Klaten.

Upaya tersebut di dukung oleh 7 lembaga yang akan menyumbang  tenaga dan dana. Ketujuh lembaga tersebut, yakni Badan Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Bank Jateng, PT Unggul Niaga Selaras, PT Smart Berdikari, ICCO South East Asia & Pacific, VECO, dan Yayasan Jawa Tengah Berdikari. Konsursium tersebut selama berjalannya program akan memberikan bantuan senilai 1,9 juta Euro untuk program selama 4,5 tahun. Dari dana itu, Pemerintah Belanda melalui program FDOV mensubsidi 45 persennya.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan 10 ribu keluarga petani padi anggota 58 Gapoktan penerima program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang tersebar di 29 kabupaten,” kata Ketua Yayasan Jawa Tengah Berdikari, Witoro. Dengan begitu lanjut Witoro, para petani akan lebih mudah memperoleh benih padi dan pupuk berkualitas serta teknologi budidaya yang tepat sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas padi yang dihasilkan. Ke depan kami juga akan memfasilitasi Gapoktan agar menjadi koperasi atau PT berupa Badan Usaha Milik Petani,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar P. potong tumpeng
Terkait dengan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petani gubernur jawa tengah Ganjar Pranowo secara tegas menolak masuknya beras impor ke wilayah Jawa tenggah.“ Jateng merupakan daerah lumbung padi, sangat ironis warga jawa tengah makan beras impor, kita mampu mencukupi kebutuhan bahkan surplus“, kata Ganjar , saat melakukan kunjungan kerja peluncuran program peningkatan produksi dan pemasaran beras di desa Towangsan kecamatan Gantiwarno Klaten. 

Ganjar menambahkan “ Program kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat ini selain dapat meningkatkan produksi beras di Jawa Tengah, yang paling penting dapat melindungi para petani dengan memberikan jaminan harga jual agar tidak anjlok saat panen”terang Gubernur, Rabu , (18/11).

Peluncuran program peningkatan produksi dan pemasaran beras unggulan Jawa tenggah di tandai dengan penanaman padi bersama-sama oleh Gubernur Jawa Tengah dengan menggunakan mesin penanam padi (Transpleter). (Hil/lala)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...