Rissa si "Ceking" Primadona Campursari Klaten.

Rissa ,cantik namun tetap sederhana
Klaten Mattanews.com - Lincah energik dan gemulai sosok biduan yang menjad primadona di beberapa wilayah Klaten. Gadis usai 19 tahun ini sudah cukup akrab di lingkungan hiburan campursari dangdut. Berbekal suara yang cukup lumayan, Rissa Susanti mulai menekuni dunai olah vokal sejak usai SMU. Keberhasilan Rissa tak lepas dari dukungan keluarga. Putra dari Tarmono warga Ketitiang, Gatak, Ngawen mengikuti jejak kakanya yang terlebih dahulu menekuni dunia olah vokal.

Rissa Susanti merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara pasangan Tarmono sukiyem. Bernyanyi merupkan hoby dan juga salah satu bakat yang menurun dari keluarganya. Setelah dirinya lulus 2 tahun lalu Rissa semakin eksis di dunia tarik suara yang di tekuninya. Berbagi genre musik sebenarnya ia kuasai namun karena tuntutan pekerjaan yang  mengharuskan dirinya bernyanyi lagu-lagu campursari dan dangdut, Rissa lebih fokus pada dua jenis musil tersebut.

Jalur dangdut campursari yang ia tekuni awalnya hanya  sampingan.  kini pekerjaan tersebut menjadi utama bagi dirinya. Untuk sekali manggung biasanya Rissa mematok tarif sekitar 200 ribu, namun hal tersebut tidak menjadi patokan utama, tergantung nego. jarak dan tempat menyanyi juga menjadi bahan pertimbangan Rissa menentukan besaran tarif yang harus di bayar oleh pengguna jasanya.
Selalu berpenampilan merah dan pink
“Rata-rata untuk sekali tampil ongkos yang saya terima sekitar 200 ribu, namun jika tempat acara cukup jauh saya bisa minta untuk di tambahi ongkos jalan” ujar dara cantik yang sampai saat ini masih single.
Di bulan-bulan baik menurut perhitungan orang jawa, Rissa biasanya kebanjiran job bahkan terkadang harus menolak  beberapa acara yang ingin menggunakan jasanya karena waktunya bersamaan. Dunia hiburan yang ia tekuni saat ini merupakan satu cara untuk menempa dirinya menuju kehidupan yang lebih baik.

Berbagai pengalaman telah di lalui oleh gadis cantik ini, dengan sabar ia tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam penampilannya walau terkadang ada penonton yang bersikap jahil terhadapnya. Dengan sikap profesional Risaa akan meladeni celoteh penonton yang terkadang iseg pada dirinya.

“Namanya juga penonton kadang ada yang iseng jail dengan penyanyi, itu sudah biasa. Namun saya tetap bersikap profesional sebagai penyanyi” Ujar Rissa. Nama Rissa tidak asing lagi bagi msyarakat Klaten dan sekitarnya. Menurut gadis cantik penggemar warna pink ini, masih banyaak orang ber asumsi profesi penyanyi selalu negatif. Namun bagi diriya penyanyi adalah hobi dan pekerjan yang penuh berkah karena selalu menghibur dan membuat rasa senang pada orang. (lala/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...