PKL Manunggal "Cuci" Alun-Alun Klaten.

PKL Manunggal Klaten memang BerHati Mulya
Klaten Mattanews.com - Sebagai wujud terima kasih dan kepedulian terhadap lingkungan, puluhan PKL Klaten yang tergabung dalam paguyupan PKL Manunggal menggelar aksi bersih-bersih sepanjang jalan protokol dan alun-alun, Jum’at (20/11). Aksi Jum’at bersih rencananya akan di lakukan dua kali dalam sebulan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya menghilangkan stigma kumuh terhadap PKL yang selama ini di pandang mengurangi ke indahan kota.

“Kegiatan ini bagian dari kepedulian kami terhadap lingkungan. Tidak hanya sekadar mencari untung dan duit,” kata Ketua Paguyuban PKL Manunggal, Wellyadi, Jumat (20/11). Selain itu lanjut Welly, aksi Jum’at bersih juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk menyusul dengan pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan yang rawan akan perkembangbiakan nyamuk.
Paguyupan PKL Manungal Klaten beranggotakan para pedagang yang ada di linkungan alun-alun dan juga pedagang sepanjang jalan protokol, untuk jumlah anggota di perkirakan sekitar 300 pedagang lebih.

Melalui aksi Jumat bersih  PKL Manunggal berharap, tidak lagi menjadi sasaran penggusuran Satpol PP, karena tempat usaha mereka tidak lagi terkesan kumuh. Selain itu dengan menjaga kebersihan alun-alun dan sekitarnya, akan memberikan rasa nyaman bagi pengunjung sehingga berdampak larisnya dagangan yang mereka jajakan.
Para PKL "mencuci" Alun-Alun Klaten
“Kita juga iuran untuk pengadaan bak sampah yang disebar di beberapa titik. Harapannya, masyarakat khususnya pengunjung taman kota dan alun alun tidak membuang sampah sembarangan. Kebersihan disini menjadi tanggung jawab kita bersama,” imbuh Wellyadi.

Terkait dengan akan berakhirnya masa jabatan H Sunarno S.E Mhum selaku bupati Klaten. Welly dan seluruh anggota paguyupan PKL Manunggal mengucapkan terimaksih atas kebijakan Sunarno selama ini. Dan di harapkan sosok yang akan menggantikannya adalah orang yang juga bisa melanjutkan kebijkannya. Keberpihakan bupati Klaten terhadap masyarakat kecil yang mencari nafkah di lingkungan kotacukup di rasakan oleh paguyupan PKL  Manunggal, sehingga selama mereka mencari penghidupan merasa ter-ayomi.(hil/lala)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...