Merpati Putih Cetak Kader Berbudi Luhur Yang Tegas dan Berkepribadian.

Murid Merpati Ujuk Kebolehan patahkan Besi Pompa
Klaten Mattanews.com
- Dalam rangkaian pembukaan ya qowiyu di Jatinom bebeparapa murid dari perguruan Merpati Putih pimpinan Nanang Nuryanto  memperagakan kemampuanya mematahkan lempengan besi baja. Selayaknya pendekar kondang mereka pun berhasil mematahkan lempengan besi baja dengan tangan kosong. Dari beberapa murid yang memperagakan keahlian itu, terdapat beberapa murid perempuan yang ikut aksi. Keberhasilan murid-murid perguruan silat merpati putih mendapat applouse dari penonton.

Perguruan yang berlatih di plataran kantor camat Jatinom itu banyak di ikuti oleh pelajar namun tidak sedikit pula orang dewasa yang menjadi murid perguruan merpati putih. Menurut ketua Merpati Putih cabang Klaten. Selain di Jatinom, merpati Putih juga membuka latihan di Gor (Gedung Olahraga) Klaten, Cawas, Wedi dan  beberapa sekolah di Klaten.
Nanang Nuryanto Pimpinan Merpati Putih Jatinom
“Pencak silat merupakan satu cara untuk menjaga  kebugaran tubuh, dengan pencak silat akan memberikan rasa percaya diri pada anak dan sebagai bekal pertahanan diri ” ujar Nanang.

Di jelaskan, saat ini perguruan Merpati Putih cabang Klaten memiliki murid kurang lebih sekitar 700 orang, dari usia 10 tahun hingga usia dewasa. Dan tempat latihan yang tersebar di beberapa titik di Klaten. Keberadaan perguruan pencak silat Merpati Putih sudah banyak di kenal oleh masyarakat luas. Demo yang di peragakan oleh anak didiknya, hanya satu dari sekian banyak kempauan yang di ajarakan di perguruan merpati putih.

“Merpati putih terbuka untuk umum dan semua usia bisa ikut bergabung dengan kami” jelas Nanang.
Para Srikandi Merpati Putih Jatinom
Sementara itu, Etikasari salah satu murid merpati putih tingkat dasar dua dari SMK Muh. Jatinom merasa senang ikut  perguruan pencak silat Merpati Putih. Menurutnya, dengan ikut  perguruan selain mendapat ilmu tentang membela diri, Etika bisa belajar tentang pengendalian emosi.

“kegiatan pencak silat ini merupakan  mata pelajaran ekstra kurikuler dari sekolah, saya lebih memilih ikut pencak silat dari beberapa kegiatan ekstra yang  diselenggarakan sekolah, karena cocok dengan karakter saya yang keras”tutur Etika.(lala/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...