Hari Ini 6 Ton Apeng Ki Ageng Gribig Disebar Di Yaa Qowiyyu Jatinom.

Dua Gunungan Apem yang siap disebar
Klaten Mattanews.com -  Hari ini Jum’at ( 27/11) puncak acara perayaan tradisional sebar apem atau yang dikenal dengan istilah Yaa Qowiyyu akan digelar usai sholat Jum’at. Apem sebanyak 6 ton akan disebar untuk diperebutkan kepada seluruh penonton dan pengunjung di  oro-oro ombo yang terletak ditepi sungai. Dipercaya bagi mereka yang meyakini apem dari Yaa Qowiyyu memiliki karomah dari Allah, sehingga bisa mendatangkan berkah.

Sebelum puncaka acara dimulai, sehari sebelumnya 2 gunungan apem setinggi 2 meter terlebih dahulu diarak dari kantor kecamatan Jatinom untuk dibawa ke masjid kecil dan disemayamkan di masjid besar. Acara kirab sendiri dipimpin langsung wakil upati Klaten Hajah Sri Hartini dengan berjalan kaki menuju masjid kecil dan besar, diiringi arak arakan berbagai kesenian dan budaya tradisional seperti pencak silat, musik qosidah, ondel – odel serta pasukan Pokoso dari keraton Surakarta Hadiningrat.
Wakil Bupati dan Joko Wiyono kirab apem
Dalam kesempatan tersebut wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini yang juga calon Bupati Klaten tahun 2016 yang diusung 6 partai  politik mengaku kagum dana bangga atas peninggalan leluhur yang memiliki nilai filsafat serta ajaran budi pekerti yang agung dan  baik. Untuk itu kepeda selutuh masyarakat Klaten, khususnya warga Jatinom hendaknya mampu menjaga sekaligus melestarikan budaya Yaa Qowiyyu agar tetap ada dan menjadi brand masyarakat Jatinom, karena merupakan asset budaya yang mahal harganya.

“Yaa Qowiyyu adalah budaya leluhur peninggalan nenek moyang yang harus kita jaga dan lestarikan. Dengan Yaa Qowiyyu kita bisa belajar hidup yang baik karena ajaran yang terkandung memiliki filsafat hidup yang tinggi. Dan budaya ini adalah aset wisata budaya yang tak terhingga nilainya. Untuk itu mari kita jaga dan lestarikan bersama”, ujar wakil Bupati. 
Apem Jatinom memiliki ciri khas rasa yang berbeda
Dalam puncak acara Jum’at nanti, diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung dari berbagai penjuru kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Solo, Jogya, Madiun Boyolali dan sekitarnya  akan memadati kota Jatinom. Dalama perayaan ini Dinas Pariwisata Klaten tidak mematok pendapatan karena sejak  3 tahun lalu perayaan ini dibebaskan dari ristribusi masuk.”Kita bebaskan pengunjung untuk masuk. Sehingga arga tak perlu beli karcis. Sehingga kita tak mentargetkan pendapatan dari sektor ini”, ujar kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga Klaten Joko Cipta Ria Wiyono. ( lal/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...