Batik Motif Candi Sojiwan

Desain Batik mengacu pada apa yang terpahat di candi Sojiwan
Klaten Mattanews.com - Candi Sojiwan merupakan candi berlatar agama Budha yang kaya akan ajaran moral kehidupan yang dapat berguna untuk masa sekarang. Ajaran moral ini dapat dipelajari dari relief fabel yang terdapat di kaki Candi Sojiwan. Nilai-nilai moral ini dapat disampaikan ke masyarakat luas melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui motif batik.
Batik baru baru ini telah menjadi tren pakaian yang sangat laku di masyarakat. Setiap daerah memiliki ciri khas masing masing yang membuat masyarakat ingin memiliki sebagai cendera mata dari daerah yang dikunjungi. 

Disisi lain desa di sekitar Candi Sojiwan, Kebon Dalem Kidul telah menjadi desa wisata yang salah satu potensi unggulannya adalah kegiatan sehari-hari  membatik yang dilakukan oleh beberapa masyarakat. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah memandang fenomena  batik ini sebagai media penyampaian nilai-nilai Cagar Budaya yang sangat efektif. Menyadari akan potensi tersebut,  Balai pelestarian Cagar Budaya jawa Tengah( BPCB)bersama UNESCO merekrut beberapa warga Sojiwan untuk mengikuti  pelatihan membatik.
Candi Sojiwan memiliki nilai nilai luhur tinggi
“Awalnya kami dari yang tidak tahu sama sekali batik. Setelah didatangkan instruktur, kita membentuk kelompok batik Sojiwani. Kemudian 10 anggota Sojiwani dikirim ke Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta untuk menerima pelatihan selama 1 bulan.” beber Legowo  pengurus Kelompok Batik Sojiwan.Adapun masing masing paket  berlangsung selama 5 hari dimulai  pada tanggal 27 Juli 2015 dan akan diakhiri pada tanggal 24 Agustus 2015.

Berangkat dari hal ituBPCB Jawa Tengah meluncurkan batik Sojiwan di pelataran candi yang berlokasi di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Selasa (3/11) sore. Selain untuk memperkenalkan batik Sojiwan, kegiatan ini sebagai sarana agar masyarakat sekitar candi dapat memaknai cagar budaya yang ada di lingkungannya.

“Ini merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat di lingkungan candi, dengan adanya kegiatan ini di harapkan masyarakat dapat memaknai cagar budaya dan upaya pelestariannya” ujar Kepala BPCB Jawa Tengah, Sri Ediningsih.
Motif batik Sojiwanpun banyak digandrungi pembeli
Menurut Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud RI, Harry Widianto dengan adanya kegiatan ini, merupakan salah satu bagian implementasi dari pelestarian budaya yang di lakukan oleh masyarakat sekitar candi. Di mana, warisan budaya terdapat dua bagian yaitu aspek bendawi dan non bendawi.“Melalui gabungan cultural heritage itu, batik dipilih sebagai media pelestarian cagar budaya dan mensejahterakan masyarakat di sekitar Candi Sojiwan,” katanya. (lala/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...