Dendam Pribadi Disalurkan Lewat "Kampanye". Duel Antar Pendukung Nyaris Pancing Amuk Massa

Kapolres Klaten KBP Langgeng P. turun langsung dilapangan ikut amankan jalannya debat
Klaten Mattanews.com - Debat Pilkada Putaran kedua yang di selenggarakan di kompleks gedung RSPD Klaten, Senin (9/11) sempat di warnai inseden pemukulan oleh salah satu pendukung paslon terhadap pendukung paslon lain. Pemukulan itu segera dapat di atasi oleh aparat keamanan yang di siagakan untuk mengamankan jalannya debat. Keduanya diamankan kepolisian untuk menghindari kejadian lebih lanjut. 

Salah satu korban pemukulan adalah warga kecamatan Juwiring. Orang ini belakangan memang diduga banyak punya masalah dengan warga sekitar. Sementara dalam Pilkada dia menjadi pendukung calon X. Melihat korban ada di lokasi kampanye, warga yang selama ini punya “perhitungan” dengan orang tersebut langsung menhampiri dan menantang duel. Hanya daalam hitungan detik massa pendukung lain langsung ikut menghampiri dan menghajarnya.

Beruntung aparat cepat bertindak. Konsentrasi massa dari kubu Y yang mulai memanas dan akan merengsek ke kubu korban dapat dicegah aparat. Sehingga ketegang antara massa pendukung paslon yang sempat memanas, dapat di atasi pihak kepolisian/TNI dan menempatkan kembali ke titik kumpul yang telah di tentukan. Sementara korban diselamatkan  ke lokasi aman.
Tim Sapu Jagad pendukung salah satu Balon dikawal ketat aparat.
Menurut  Tarno Bekur, warga Trucuk yang biasa mengawal Sri Hartini selaku calon Bupati dari PDIP, ada oknum yang ingin memanas-manasi massa pendukung Paslon Hati Mulya namun hal tersebut segera dapat di atasi.“Sempat terjadi ketegangan antar pendukung, namun kami bersama teman-teman yang bertangung jawab, mampu meredam ketegangan” ujar  mBekur.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa kehadirannya bersama-sama  tim relawan dari berbagai komunitas untuk memberikan semangat dan dukungan terhadap Paslon nomer urut 3 dalam debat. Dan tetap menghormati massa pendukung paslon lain. Kondusifitas dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kami akan tetapi semuanya ikut bertanggung jawab.

Sementara beberapa sukber mengatakan orang tersebut memang dikenal ruwet didaerahnya. Sehingga banyak orang dendam karena sering di “sakiti dan dikerjai”.  “Dia memang dikenal ruwet mas. Maka wajar jika sekarang mereka dipukuli oleh temannya sendiri karena ulah perbuatannya. Kebetulan saja ini pas Pilkada dan mereka saling beda pilihannya, maka kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik”, ujar sumber. (tim)  

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...