Dawet Bayat Minuman Khas Klaten Siap Go Nasional.

Salah satu pembuat dawet asal Mbayat Klaten
Klaten Mattanews.com - Ratusan ibu-ibu perwakilan dari 18 desa se kecamatan trucuk memadati gedung serbaguna Kalikebo dalam rangka pelatihan membuat dawet kas Bayat, Sabtu (28/11).yang di selenggarakan oleh bupati Klaten H. Sunarno S.E M.Hum.  Pada kesempatan tersebut ibu-ibu yang hadir mendapat pelatihan langsung dari pakar dawet yang sudah cukup kondang, mulai dari awal pembuatan dawet hingga penyajain dawet terhadap pelanggan.

Menurut Herlambang kepala Bapermas (Badan Pemberdayaan Masyarakat) Klaten yang baru di lantik, Pelatihan pembuatan dawet yang diselenggarakan oleh Bupati Klaten merupakan salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif. Dengan adanya pelatihan tersebut di harapkan peserta latih mampu mengimplementasikan dalam bentuk usaha sehingga dapat meningkatkanpenghasilan keluarga.
Sang Motivator memberi semangat ibu-ibu peserta
“Selain HIK (Hidangan Istimewa Kampung) yang saat ini sudah menyebar dan berkembang hingga luar daerah, Bupati Klaten berinisiataif untuk mengembangkan dawet Bayat agar menjadi satu ikon makanan kas Klaten selain HIK atau angkringan” papar Herlambang.

Di jelaskan, dawet Bayat tidak kalah dengan dawet ayu kebumen, sehingga dawet bayat perlu untuk di kembangkan sebagai makanan kas Klaten. Beberapa orang telah memulai dan saat ini sudah menikmati hasilnya dari dawet bayat.

“Dengan modal 70 ribu, penjual dawet bisa mendapat keuntungan 50 ribu. Jadi dengan berjualan dawet bisa menambah pendapatan keluarga, terutama bagi ibu-ibu  tergantung bagaimana cara mengemas dan memenejemen.” Ujarnya.
Memberi pelatihan secara langsung pada ibu-ibu peserta
Sementara itu peserta pelatihan membuat dawet Bayat sangat antusias mengkuti paparan pelatih untuk dalam membuat dawet. Suasana yang panas dalam ruang pertemuan tak lagi menjadi keluhan karena penuh dengan peserta latih. Dari beberapa keterangan yang di himbun oleh Tim Mattanews, rata-rata peserta latih sangat puas dengan ilmu yang di dapat, dan ingin segera mempraktekan di rumah.

“saya sangat berterimakasi kepada bapak bupati Sunarno dengan adanya pelatihan membuat dawet ini, selain di latih membuat dawet, kami juga di beri modal untuk mengembangkan hasil pelatihan hari ini. Sampai di rumah nanti akan lansung saya praktekan” ujar salah satu peserta pelatihan membuat dawet.
Bupati Klaten dan wakil saat memberi motivasi
Bupati Klaten H.Sunarno SH.Mhum  kepada Mattanews menjelaskan Klaten harus punya ikon kuliner yang bisa menjadi daya tarik wisata. Jika saat ini ada HIK, Ayang panggang dan warung apung, maka saya berharap Dawetpun bisa menjadi komidi andalan Klaten walau di daerah lain sudah ada.”Sejak dulu Klaten dikenal sebagai kota ayam panggang. Dan sekarang dawetpun kita harapkan akan menjadi andalan kuliner Klaten”, ujar Bupati yang baru saja meresmikan angkutan dokar sebagai ciri khas kendaraan wisata di Klaten. (lala)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...