Buka Pekan Yaa Qowiyyu Wakil Bupati Jalan kaki Sejauh 2 Kilometer.

Wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini jalan kaki menuju makam Ki Ageng Gribig.
Klaten Mattanews.com -  Hari ini Kamis (19/11) pekan perayaan sebaran apem atau yang lebih dikenal dengan sebutan Yaa Qowiyyu (Saparan) resmi dibuka wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini yang ditandai dengan pemotongan pita di lapangana oro-oro ombo tempat sebaraan apem diadakan. Selain membuka pekan Saparan calon Bupati Klaten yang diusung partai PDI Perjuangan ini juga menyempatkan diri nyekar ke makam Kyai Ageng Gribik yang terletak di Masjid besar Jatinom.

Dalam acara tersebut dimeriahkan pula karnaval budaya yang melibatkan warga setempat serta potensi budaya lokal. Usai pembacaan doa tanda dibukannya pekan Yaa Qowiyyu, acara dimeriahkan dengan pertunjukan reog yang dilanjutkan dengan kirab budaya antara lain, jatilan, drum band, pencak silat, ondel-ondel, jaran kepang dan lainnya. Sementara wakil Bupati terpaksa harus jalan kaki sejauh 2 kilometer untuk melakukan prosesi nyekar yang merupakan rangkaian dari penyelenggaraan pembukaan.
Hajah Sri Hartini nyekar di makam Ki Ageng Gribig
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Joko Cipta Ria Wiyono menjelaskan Yaa Qowiyyu adalah tradisi budaya tahunan yang selalu diselenggaran setiap bulan Sapar. Dalam perayaan ini Pemkab tidak memasang target pendapatan, karena sudah 3 tahun perayaan ini dibebaskan dari beaya karcis masuk.” Ini tradisi budaya leluhur yang harus dilestarikan dan tetap dijaga, untuk itu kita tidak mematok pendapatan, karena sudah tiga tahun ini, perayaan kita bebaskan dari karcis masuk”, ujarnya.

Saparan adalah tradisi sebar apem yang diadakan setiap hari Jum’at seusai sholat Jum’at. Perayaan ini adalah tradisi peninggalan Ki Ageng Gribig atau ki Wasebagno yang masih keturunan Browijoyo dalam menyebarkan syariat Islam di tanah Jawa. Warga dengan suka rela membuat apem untuk disebar. Dan konon apem yang jumlahnya mencapai 10 ton tersebut usai didoakan dan disebar, akan membawa berkah bagi yang mendapatkan dan meyakininya.”Puncak acara sebar apem akan kita laksanakan hari Jum’at (27/11) yang akan datang”, ujar Sip Anwar Camat Jatinom.
Usai nyekar wakil Bupati menerima Apem Yaa Qowiyyu
Sementara Wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini dalam kesempatan tersebut meminta agar masyarakat Klaten, Jatinom khususnya untuk tetap menjaga tradisi Saparan yang merupakan aset budaya bernilai tinggi peninggalan para leluhur. Dalam Budaya Yaa Qowiyyu banyak ajaran dan tuntunan hidup yang dapat kita petik, yakni aqlak mulia yang merupakan ciri kepribadian bangsa kita." Sebagai generasi penerus adalah kewajiban kita semua menjaga tradisi ini agar tetap ada dan lestari, karena kearifan budaya dan tradisi leluhur seperti inilah yang mampu membentengi kita dari budaya asing", ujarnya. (hil/lala/red) 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...