Awas..!!! Banyak Oknum Pejabat Mbegagah Bermuka Dua Demi Menyelamatkan Jabatan.

Sengkuni tokoh licik yang pandai memanfaatkan situasi
Klaten Mattanews.com – PNS (pegawai negeri sipil) adalah abdi negara yang harus benar benar dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi. Untuk menjaga netralitas, mereka dilarang ikut berpolitik praktis atau teribat dalam aksi dukung mendukung pencalonan. Namun sebagai warga negara mereka tetap memiliki hak pilih guna menyalurkan aspirasinya.

Namun harus diakui dimanapun hal semacam itu hanya sebuah retorika sebatas pada aturan. Karena bagaimanapun mereka akan tetap “bermain”, demi mengamankan jabatan dan posisinya di pemerintahan. Sehingga bukan hal baru jika dalam setiap pesta demokrasi dimana saja, banyak oknum pejabat yang “ikut” berpolitik praktis.

Di Klaten para oknum pejabat yang ikut “bermain” di Pilkada juga ada. Namun sayang permainan mereka cenderung kotor dan munafik. Hasil pantauan dilapangan terungkap banyak oknum pejabat yang “mbegagah dan bermuka dua” dalam memberi dukungan pribadinya pada pasangan calon Bupati mendatang. Mereka tidak hanya mendukung satu calon, tapi “mendukung” dua calon sekaligus, dengan tujuan jika meleset satu, dirinya masih bisa selamat karena calon satunya jadi.

Mattanewes berhasil menginventarisir beberapa oknum pejabat di Klaten yang bermuka dua. Umumnya mereka sering “jual tampang” atau pasok rai mbijekke dan selalu tampil dimuka dalam sebuah momen acara. Padahal SKPD yang dipimpinnya tidak punya keterkaitan dengan acara tersebut. Memang tidak semua oknum pejabat di Klaten berjiwa seperti itu.
Mereka takut kehilangan kursi empuk di pemerintahan
Bagi mereka yang saat ini melakukan aksi “mbegagah dan bermuka dua” rata rata oknum yang gila jabatan dan takut kehilangan kursi empuk yang selama ini diduduki. Mereka melakukan berbagai cara dengan bermanuver ala valentino rossi yang piawai menyalip dalam tikungan. Mereka berpura -  pura baik dan loyal tapi dibelakang juga menjalin dengan yang lain. Pergerakan merekapun tidak lagi individu, tapi sudah rombongan dalam satu sekoci.

Namun tidak semua pejabat di Klaten bermental seperti itu. Masih banyak pejabat di Klaten yang memiliki konsistensi dan loyalitas tinggi terhadap pengabdiannya pada rakyat dengan berpegang teguh pada aturan PNS. Mereka tetap menjaga netralitas dengan tidak selalu “tampil” dalam sebuah acara. Pejabat yang bersikap seperti  inilah yang perlu kita acungi jempol dan teladani. Mereka tidak silau jabatan dan bekerja sesuai tupoksinya.     

Untuk itu kepada siapapun Bupati Klaten yang baru nanti, hendaknya hati hati dalam memilih dan menempatkan para pejabatnya. Karena jika tidak hati hati dan cermat dalam memilih. Orang orang seperi ini akan menjadi “uler” di pemerintahan.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...