10 Tahun Klaten Bersama H. Sunarno SE.Mhum dan Hajah Sri Hartini.SE

Masjid Agung Al Aqsha kebanggan rakyat Klaten
Klaten Mattanews.com – Diakhir-akhir masa jabatannya, Sunarnopun masih sempat melantik dan meresmikan beberapa bangunan yang ada di Klaten. Seperti terminal bus Ir Sukarno di Buntalan , Masjid Agung, Rumah Sakit Bagas waras dan lainnya. Sementara dalam penataan birokrasi beliau masih sempat melantik para pejabat eselon II hingga IV. Banyak orang berpikir negatif dengan apa yang dilakukan sosok yang sukses membawa Klaten yang lebih maju dan tertata ini. Namun semua tidak dihiraukan. Karena dalam benaknya hanya ada satu niat yakni, ingin turun dari kursi Bupati dengan baik tanpa harus membebani pejabat berikutnya dengan PR yang memberatkan.

Orang boleh mencibir dan berusaha memutus mata rantai nepotisme dinasti. Namun yang mereka dilakukan salah besar. Mereka melihat dengan jiwa kerdil dan penuh rasa iri, sehingga malu mengakui kenyataan sukses yang ada saat ini. Orang orang seperti inilah yang selalu waton suloyo dan Asbun setiap menyikapi keberhasilan. Mereka adalah orang orang sakit hati karena tidak bisa masuk dalam lingkaran kekuasaan dan tidak “terpakai”. Gerombolan seperti ini biasanya tidak mau dan malu untuk mengakui keberhasilan seseorang. Kalau istilah orang Israel disebut “Orang Munafik”.
Pak Narno dan Hartini selalu peduli dan berbagi dengan anak Yatim
10 tahun bersama H.Sunarno, telah banyak kemajuan yang kita dapat dan rasakan. Disektor infra struktur semua mengakui, nyaris tak ada lagi jalan rusak dan tidak beraspal. Jalan penghubung antar RT, antar desa, hingga jalan Nasional, semua mulus berhotmik atau  beton. Di lima tahun terakhir dimana Hajah Sri Hartini, pembangunan semakin pesat dan begitu signifikan kemajuanya.

Pembangunan Masjid Agung Al-Aqsha di Jonggrangan senilai sekitar Rp 65 milliar, pembangunan terminal bus Ir Sukarno di Buntalan senilai kurang lebih Rp 56 milliar serta rumah sakit daerah RSUD Bagas Waras Buntalan Klaten, bukti betapa kepemimpinan dwi tunggal Sunarno – Sri Hartini begitu peduli dengan rakyatnya dan selalu berusaha memberi yang terbaik bagi mereka. 
RSUD Bagas waras Buntalan megah demi kesehatan warga Klaten
Ketika masih ada yang kurang dan tidak puas. Itu angat manusiawi. Karena bagaimanapun tidak mungkin manusia bisa bekerja sempurna dan memuaskan semua orang. Rakyat Klaten hanya ingin sosok pemimpin yang jujur dan mau bekerja, tidak sekedar jual teori dan obral janji. Dan semua telah dilakukan Bupati dan wakil Bupati saat ini.

Betapa gigihnya duet Sunarno-Sri Hartini membangunan kota Klaten agar nyaman, cantik dan mampu menjadi tuan rumah bagi rakyatnya sendiri. Semua itu dibuktikan dengan proyek pembuatan taman yang merata di seluruh ibu kota kecamatan. Sementara diperkotaan kini tengah dikebut pembuatan hutan kota dengan taman santainya diatas tanah seluas 6,4 hektar, taman keluarga daan anak dikomplek RSUD Bagas Waras seluas 4,2 hektar. Perbaikan trotoar disepanjang jalan dan tata lampunya.
Dwi Tunggal ini juga peduli dalam hal budaya leluhur
Apa Tujuan dan harapan Bupati dan wakil Bupati atas semua ini. Tak lain ingin melihat Klaten maju, tumbuh besar sejajar dengan daerah lain, dengan tingkat ekonomi rakyatnya yang semakin meningkat dan makmur. Semua telah dilakukan. Yang terbaik telah diberikan untuk rakyat Klaten dan jika belum tuntas maka sosok Dua Srikandi Klaten Hajah Sri Hartini dan Hajah Sri Mulyani yang akan melanjutkan.
Dua Srikandi Klaten siap memimpin Klaten kedepan
Klaten butuh orang kerja, orang jujur dan cinta Klaten tahu apa yang harus dikerjakan. Klaten tidak butuh Bupati yang ahli pidato, Klaten tidak butuh Bupati pakar obral janji dan Klaten juga tidak butuh Bupati yang belum tahu isi Klaten. Karena jika itu dipaksakan, maka Klaten akan merangkak dari bawah lagi. Klaten tidak akan  bersinar lagi. Ibarat orang nyambat, Klaten harus bongkar-bongkar lagi, bongkrah – baangkreh menata ulang. Dan ini tidak cukup diselesaikan 2 atau 5 tahun. Apakah kita mau Klaten kembali terpuruk berjalan dan duduk di tempat. Apa gunanya orang pintar kalau hanya digunakan untuk "minteri" rakyate. ( bersambung).
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...