Warga Bero "Adu Nasib". Ikuti lelang Tanah Kas Desa.

Warga dipandu perangkat mengikuti lelang
Klaten mattanews.com - 40 bidang tanah pertanian kas desa Bero, Trucuk, Klaten di lelang, sedikitnya ada 53 warga domisili desa Bero antusias mengikuti jalannya lelang. Lelang tanah kas desa merupakan kegiatan rutin tahunan yang di selenggarakan oleh pemerintah desa Bero. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu sumber pemasukan asli desa untuk menopang kegiatan desa.

Lelang di laksanakan secara tertutup, hal tersebut di lakukan agar tercipta kondisi lelang yang kondusif dan aman. “selain sesuai dengan ajaran agama, lelang dengan cara tertutup dapat meminimalisir warga agar tidak jor-joran menawar karena emosi” Kata Suranto, Kepala Desa Bero. Untuk harga yang di tawarkan per bidang,kurang lebih sama dengan harga sewa tanah pada umumnya. Dan tujuan utama dari lelang sendiri memberikan manfaat bagi warga Bero selaku petani pengarap agar punya tanah garapan, Imbuhnya.

Di jelaskan oleh Suranto M.Si, pada tahun kemarin dari 40 bidang tanah yang di lelangkan harga tertinggi mencapai tiga juta lima ratus ribu, sedangkan total sewa lelang yang di dapat keseluruhan mencapai 95 juta. “Untuk tahun ini, hasil lelang di perkirakan tidak jauh dari pendapatan tahun kemarin”.ujar Suranto
Sebelum lelang tata tertib dibacakan
Menurut kepala desa Bero hasil dari penyewaan lahan kas desa itu akan di gunakan untuk pembiayaan belanja pemerintahan desa dan pelaksanaan pembangunan serta kegiatan desa lainnya.Di tahun depan (2016.red) rencananya akan ada alokasi bagi kegiatan RT/RW yang di ambilkan dari hasil lelang.

Dalam lelang  kali ini peserta terlihat kondusif tanpa ada kegaduhan peserta lelang yang terbawa emosi untuk menjadi penawar tertinggi karena lelang di lakukan dengan cara tertutup. Sehingga antara satu peserta lelang dengan yang lain tidak tahu berapa jumlah nilai tawar dari harga limit.

Warga Bero pun menyambut baik dengan model lelang yang di laksanakan oleh pemerintahan Desa , selain memberikan kesempatan yang fair antara sesama peserta lelang, warga tidak terbawa emosi karena merasa kalah dengan yang lainnya.

“Ketika lahan yang kita minati sudah kita tawar kemudian ada yang menawar lebih tinggi dari kita, pasti kita akan akan mengejarnya karena terbawa emosi. apabila lelang itu di lakukan terbuka” Ujar Suyoto salah satu peserta lelang.(lala/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...