Tak Kunjung Hujan, Droping Air Jalan Terus. Sawah Dibiarkan Puso.

Sawah dikecamatan kota kering kerontang.
Klaten Mattanews.com – Kemarau panjang tampaknya belum akan berakhir dalam satu bulan kedepan. Akibatnya banyak petani di Klaten yang terpaksa membiarkan tanah garapannya kering begitu saja karena tidak ada pengairan. Sementara warga di lereng Merapi masih terus mengharapkan droping air bantuan dari para dermawan guna menyambung hidup mereka. Sementara bagi yang punya ternak atau harta, mereka rela menjual sapi atau kendaraanya untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari.

Hingga saat ini sudah ribuan tangki air bersih dikirim bagi masyarakat lereng Merapi bagian selatan seperti wilayah Kecamatan Kemalang, Karangnongko, Jatinom, Manisrenggo  dan Tulung. Ribuan warga di wiayah kecamatan ini kebutuhan airnya sangat tergantung dari bantuan air yang dikirim para dermawan dan Pemda setempat. Sementara sejak aawal musim kemarau hingga kini Pemda Klaten terus melakukan droping air kepada warga secara Cuma-Cuma.
Kondisi sawah tadah hujan di Klaten saat ini
Air bagi masyarakat Klaten yang ada di lereng Merapi memang masalah klasik yang selalu mencekik leher jika kemarau tiba. Warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan air sehari haari. Sedang untuk urusan MCK wargapun tak segan segan harus turun ke bawah menuju umbul Berintik yang berjarak sekitar 10 kilometer. Mereka pergi secara rombongan kadang naik motor tapi tak sedikit yang menggunakan truk muatan pasir yang kosong. “ Biasa mas penyakit tahunan warga kami. Yang selalu kesulitan air jika musim kemarau tiba”, ujar Joko warga Tegalmulyo, desa paling ujung di wilayah kecamatan Kemalang.

Sementara itu di daerah Bayat, Klaten, Trucuk, Cawas dan Pedan dan Karangdowo banyak petani yang terpaksa membiarkan sawahnya mengering tidak ditanami padi atau kedelai karena tidak ada air sama sekali. Mereka membiarkan tanah garapannya nganggur beberapa bulan. Bahkan banyak petani kedeli di wilayah Pedan, Cawas dan Bayat harus gigit jari gagal panen karena tidak ada kiriman hujan sama sekali.” Saat ini gagal panen mas. Tanaman kedelai banyaka yang mati karena tidak ada hujan kiriman seperti tahun tahun lalu”, ujar Giring warga Ndolon Bayat Klaten.(neo/red)   


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...