Sukirno Pasien Rawat Inap Pertama di RSUD Bagas Waras Klaten.

Sukirno pasien rawat inap pertama di RSUD Bagas Waras Klaten saat ditemani istri
Klaten Mattanews.com -   Sukirno penduduk dukuh Gentan, Desa Pomah, Kecamatan Tulung, Klaten Jawa Tengah, menjadi pasien pertama yang menjalani rawat inap di RSUD Bagas Waras Klaten. Pria berumur 59 tahun ini masuk rumah sakit Senin pagi ( 26/10) sekitar pukul 09.00 di bangsal kelas II. Sedang Maryati warga desa Mojayan Klaten tengah tercatat menjadi pasien kedua yang menjalani rawat inap dan kini berada di bangsal kelas III. Yang bersangkutan masuk ke RSUD sekitar pukul 15.00 karena menderita sakit sesak dibagian dada.

Sukirno yang datang diantar istri dan anaknya Susanto (37) harus menjalani rawat inap karena mengalami menderita beberapa keluhan seperti sering buang air kecil tanpa terasa, Nggeliyer karena hilang keseimbangan. Ada dugaan yang bersangkutan mengalami sakit jantung , namun semua masih menunggu hasil pemeriksaan dan konsultasi syaraf.
Perawat dan staf ruang bangsal kelas II RSUD Bagas waras
“Bapak sering nggeliyer dan terkadang buang air kecil tanpa terasa. Atas beberapa saran teman dan saudara, bapak langsung saya ajak perika ke RSUD Bagas waras Klaten. Tak menyangka jika bapak menjadi pasien pertama yang menjalani rawat inap di rumah sakit ini. Saya berharap bapak cepat sembuh karena mendapat penanganan daan  pelayanan yang baik di rumah sakit ini”, ujar Susanto.

Sementara itu dari data di bagian pendaftaran dan UGD, hari pertama beroprasi, jumlah pasien yang masuk memeriksakan kesehatannya berjumlah 21 pasien. Mereka datang dari  berbagai daerah di Klaten dengan keluhan berbagai macam penyakit. Namun karena hanya penyakit ringan para pasien tersebut hanya mendapat pemeriksaan dan rawat jalan. Semenetara 2 pasien karena harus memerlukan perawatan intensif diminta untuk menjalani rawat inap.
Direktur RSUD Bagas waras Klaten dr Limawan.
Direktur Rumah sakit Bagas waras Dr Limawan menjelaskan rumah sakit Bagas waras siap melayani pasien dengan berbagai keluhan penyakit. Pemerikaan dan perawatan ringan hingga melakukan operasi bedah dan rawat inap sudah bisa dilayani dengan pelayanan maksimal. Selain itu rumah sakit tidak akan melakukan perbedaan dalam melayani pasien. Termasuk pasien peserta BPJS.

“Kita siap melayani pasien tanpa melakukan perbedaan dan birokrasi berbelit. Karena motto kita Ramah dan cepat dalam pelayanan, cekat dan tepat dalam penanganan selalu mengedepankan pelayanan yang paripurna dan berkeadilan. Sehingga di rumah sakit ini tidak ada diskriminasi atau perbedaan dalan layanan pada pasien”, tegasnya. ( tev).
    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...