PDI-P Klaten Bersih-Bersih Kader "Bunglon". Pecat dua Kadernya Yang Lain Menyusul.

SK pemecatan Didik Arinto
Klaten Mattanews.com -
PDIP Klaten memecat dua kader strukturalnya, yakni Didik Arinto Wibowo wakil sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) Jogonalan dan Wahyu Dewanto Sekretaris PAC Klaten Tengah.Keduanya diberhentikan karena dianggap membelot, dengan mendukung pasangan calon saingan dalam Pilkada. Surat DPC PDIP Klaten nomor 43/DPC-10/P/X2015 dan 44/DPC-10/P/X2015, resmi mengeluarkan mereka dari jajaran struktural PDI Perjuangan. Dimungkinkan aksi pembersihan para “pembangkang” ini akan diteruskan agar PDI Perjuangan Klaten bebas dari “benalu partai bermuka ganda”.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Klaten, Sunarna menjelaskan, tindakan tegas itu diambil karena mereka berdua tidak menjalankan instruksi partai untuk mendukung pasangan calon Sri Hartini dan Sri Mulyani.

Adapun surat yang bertanggal 5 Oktober itu, ditandatangani oleh Ketua DPC Sunarna dan Sekretarisnya Agus Riyanto. Dalam surat itu Isinya menyebutkan amanat Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri kepada struktur partai (DPC) untuk memberi sanksi tegas terhadap kader yang tidak melaksanakan intruksi partai.
Ketua DPC-P Klaten H.Sunarno dan Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto
"Mereka yang kami berhentikan jelas-jelas melanggar garis yang telah ditentukan oleh partai. Keduanya tidak mendukung Sri Hartini dan Sri Mulyani dalam pilkada. Bahkan ada laporan mereka menjadi tim sukses paslon lain," ucap Sunarna, Rabu (7/10/2015)

Ia menegaskan bahwa pemberhentian tersebut sudah sesuai dengan amanat yang diberikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.Mengutip salah satu aturan dan tata tertib partai, orang nomor satu di Klaten ini menjelaskan jika ada kader partai yang tidak taat terhadap instruksi maka ketua DPC daerah setempat harus mengambil tindakan tegas.
SK Pemecatan Andri Wahyu D
“Kami tidak akan segan untuk memberhentikan kader yang tidak taat terhadap intruksi. Karena Pilkada menjadi salah satu hajatan besar untuk partai. Sehingga dibutuhkan tim yang solid dalam memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang,” bebernya.

Sementara itu menanggapi adanya pembelaan dari mereka yang “ditendang” dari kepengurusannya, beberapa sumber menyatakan syah- syah saja sebagai bentuk pembelaan. Namun apapun yang meteka lakukan sudah merupakan pelanggaran dan penghianatan partai. Jika yang dimasalahkan tentang konsistensi pencalonan wakil Bupati, semua sudah sesuai prosedur dan tidak ada masalah.

“ Yang mereka permasalahkan hanya upaya membela diri dan mengalihkan permasalahan dari substansi pokok masalah. Padahal justru dia yang berkhianat pada partai dengan membelot ke calon tetangga. Dan apa yang dilakukan sang ketua adalah warning bagi kader lain yang untuk tidak neko neko dan tetap tegak lurus berjuang demi dan untuk partai”, ujarnya.(lala/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...