Optimalkan Lahan Demi Cukupi Ketahanan Pangan.

Lahan produktif yang semakin menyempit
Klaten Mattanewas.com -Untuk mengoptimalkan pemgembangan ketahanan pangan lokal harus memanfaatkan lahan pekarangan yang cukup, hal ini diungkapkan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klaten, Anna Fajria Hidayati usai acara  AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) di Pemkab Klaten, Kamis(29/10).

Anna mengungkapkan, sebagai penyedia pangan dan gizi rumah tangga petani perlu melakukan perancangan pemanfaatan dan pengembangan lahan.“Penangguhan pangan itu harus didukung oleh petani, sehingga antara pemerintah dengan petani bisa sinergi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Pola konsumsi pangan saat ini, kata Anna, masih terdapat ketimpangan, misalnya, masih tingginya konsumsi padi-padian terutama beras. Masih rendahnya konsumsi panngan hewani, ubi-ubian, dan sayur-sayuran. “Kualitas konsumsi pangan masyarakat yanng ditunjukan dengan skor pola pangan harapan (PPH) masih belum mencapai kondisi ideal,” kata dia.

Disinggung soal lumbung, dia mengatakan, saat ini Klaten memiliki 26 lumbung yang tersebar diwilayah Klaten. Lumbung tersebut untuk mengantisipasi adannya gagal panen, serta adanya bencana alam. “Saat  ini lumbung tidak hanya diisi padi saja, namun juga ada lumbung yang diisi jagung, seperti lumbung yang di Cokro, Tulung,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Klaten, Joko Siswanto, mengatakan, mengarah pada undang-undang no 19 tahun 2015 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, mulai dilaksanakannya oleh kementrian pertanian RI tahun 2015 pada musim tanam 2015 atau 2016.

"Besar premi permusim tanam perhektar Rp 180.000 atau 3 persen dari nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000 dan premi subsidi pemerintah (APBN) 80 persen atau sebesar Rp 144.000," katanya.(oson/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...