Mobil Dinas Mantan Calon Bupati Klaten Remuk Dihajar Tenaga PPL Kecamatan.

Kaca Samping Mobil Dinas PGRI  hancur
Klaten Mattanews.com - Dua mobil yang di gunakan Ketua PGRI sekaligus Staff ahli  bidang pembangunan, Sunardi dirusak oleh tetangganya. Pelaku di duga mengalami depresi.  Dua mobil yang di rusak yakni mobil dinas PGRI kaca bagian samping kiri kanan hancur akibat di pukul dengan batu, sedangkan mobil dinas pemkab mengalami kerusakan hanya dikaca belakang akibat di pukul mengunakan kursi oleh pelaku.

Dari keterangan beberapa tetangga Sunardi, pengrusakan terjadi pada Kamis (15/10),  sekitar jam 06.00 WIB, mobil yang di parkir di halaman rumah Sunardi, Dukuh Sendang, Ngerangan Bayat tiba-tiba di rusak oleh tetanga korban yang tinggal di depan rumahnya.
Awalnya yang di rusak mobil dinas PGRI dan di lanjutkan mobil dinas Pemkab. motif pelaku melakukan pengrusakan belum di ketahui, namun berdasarkan informasi dari lingkunnya, pelaku di sinyalir mengalami ganguan kejiwaan.

Istri Sunardi, Trismiyati, mengungkapkan saat perusakan terjadi seluruh anggota keluarga berada di rumah. “Tiba-tiba terdengar suara keras. Setelah dicek ternyata Sidik memukuli mobil,” ujar dia. Mengetahui hal itu Sunardi berusaha untuk menayakan kepada pelaku apa dirinya punya salah sehingga mobilnya di rusak.
Kaca Depanpun ikut bolong kena batu
“Bapak sempat menanyakan salahku apa kepada pelaku. Tetapi, pelaku justru menjawab takono atimu dewe salahmu apa silakan tanya hatimu sendiri salah kamu apa. Selama kejadian saya juga tidak berani keluar,” ungkap dia. Dan untuk menenangkan sidik, sunardi sempat mengatakan bahwa mobil tersebut milik pemerintah, supaya pengrusakan tidak berlanjut.

Melihat kejadian itu warga tak ada yang berani menangkap pelaku lantaran pelaku mengancam warga. Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Polsek Bayat mendatangi lokasi.

Kapolsek Bayat, AKP Suyono, mengatakan pelaku perusakan sudah ditangkap dan langsung dibawa ke mapolres. Dari pengakuan tersangka, aksi perusakan dilakukan menggunakan batu.Pelaku diketahui bekerja sebagai tenaga kontrak petugas penyuluh lapangan (PPL) Kecamatan Cawas.
“Diduga pelaku mengalami depresi sehingga melakukan tindakan tersebut. Dari Pak Nardi sendiri tidak mengetahui awal permasalahannya seperti apa,” kata dia.(lala/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...