Mengapa Mereka Memilih Dan Bergabung Mendukung Dua Srikandi.

Ketua DPD Golkar Klaten Drs H.Anang Widayaka mesra dengan Hajah Sri Hartini
Klaten Mattanews.com -  Enam partai politik di Klaten dan puluhan ormas di Klaten telah menyatakan bergabung dan mendukung pasangan calon Bupati Klaten nomor 3 yakni Hajah Sri Hartini – Hajah Sri Mulyani. Dari koalisi tersebut kini sudah ada 32 anggota Dewan yang duduk di parlemen DPRD Klaten siap mengawal pemerintahan dua Srikandi dalam pemerintahan kedepan nanti. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah menjadi 38, manakala ada 6 anggota Dewan dari partai tetangga yang “terpaksa” menyebrang karena melihat kondisi di dalam “rumahnya” tidak lagi kondusif. Praktis Dua Srikandi Klaten akan memimpin Klaten dengan dukungan 38 anggota Dewan dari 49 jumlah DPRD yang ada.

Mengapa Gerinda, PKS, PPP, Hanura, Nasdem, dan “Golkar” bergabung dan memilih dua Srikandi yang disusung Partai pemenang Pemilu. Yang jelas mereka bukan sekedar asal dukung, mereka tidak asal manut grubyuk, karena mereka adalah partai besar yang tentunya punya alasan tersendiri kenapa harus dua Srikandi bukan yang lain.   
Seluruh petinggi PKS Klaten Satu suara untuk Hati Mulya
PKS yang merupakan partai berbasis Islam yang fanatik dan militan dengan tegas mendukung Dua Srikandi karena inilah pasangan yang akan memenangkan Pilkada Klaten. Penilaian beberapa kader terbaik PKS yakni Sudibyo dan Slamet Riyadi, bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil survei dan data lapangan Dua Srikandi masih yang terbaik dibanding calon lain. Maka PKS tetap menjatuhkan pilihan pada calon yang memiliki gerbong pendukung terbesar dan memiliki peluang tertinggi untuk menang.” Tidak mungkin kita bergabung dengan calon yang kalah. Logika dan akal sehat yang kita dukung dan ikuti ya harus calon yang menang, bukan calon yang berjuang untuk menang”, tegasnya.

Pernyataan sama dilontarkan ketua DPC Gerinda Mujaeroni SH dan ketua PPP Klaten H. Tontowi Jauhari SH dan Muklis Mardiyono. Tiga pimpinan partai ini sepakat mendukung dan bergabung dengan pasangan Hati Mulya karena merasa enjoy dan sejalan dengan misi dan visi perjuangan para Srikandi Klaten. Tiga pemimpin partai ini sudah tahu betul sosok karakter kepemimpinan ibu Hajah Sri Hartini selama ini.
PPP Klaten mendukung yang jelas menang dan sudah terbukti
Maka tanpa ragu sedikitpun ketiganya memerintahkan seluruh kader partai dan simpatisannya bekerja dan memenangkan mantan istri almarhun Bupati Klaten Hariyanto Wibowo ini. “Kita bergabung karena kita sudah biasa bekerja sama saat di pemerintahan. Kita mendukung calon yang menang, bukan calon yang baru berjuang mencari kemenangan”, ujar H. Tontowi di amini ketua Gerinda Klaten H. Mujaeroni.SH. dan Mukhlis Mardiyono dari PPP.

Banyak dukungan bukan berarti perjuangan Dua Srikandi dalam Pilkada berjalan mulus tanpa rintangan. Harus diakui ada beberapa oknum petugas partai pengusung yang justru “melawan” dan membelot memberi dukungan pada calon lain. Namun hal itu bukan ancaman serius, karena dengan tegas sang ketua DPC PDI-P Klaten H. Sunarno bertindak tegas dan cepat dengan memecat para kader yang terbukti berkhianat pada perjuangan partai.
Koalisi 6 partai untuk satu tujuan yakni Dua Srikandi
Mengapa mereka sampai membelot. Sudah menjadi rahasia umum Pilkada adalah sarana para “pecundang” partai untuk mengais rejeki dan menjual suara. Jika sudah sampai hal ini, maka harga diri, harga partai, loyalitas dan militanisme semua suadah tergadaikan. Yang ada dalam benak adalah bagaimana dalam Pilkada kita bisa mengeruk “keuntungan”. Disinilah teruji dan terbukti sejauh mana ketaatan, kecintaan dan perjuangan mereka terhadap partai.

Tapi tak apa, biarkan mereka menetukan jalan pikirannya sendiri. Toh masih banyak kader yang lebih baik dan lebih loyal siap mengabdi untuk kebesaran partai. Sangat wajar jika ada kader mbalelo. Mungkin mereka sakit hati, merasa tidak dipakai atau memang “karakter”.
Sudibyo tokoh senior PKS Klaten satu kata Hati Mulya
Ditengah riak kecil Dua Srikandi harus berbangga dan bersyukur karena partai “Golkar” yang nota bene partai pengusung pasangan lain justru berihak dan memberi dukungan penuh. Hal ini dapat dibuktikan dengan belum adanya konsolidasi atau apel kesiagaan partai berlambang pohon beringin dalam mempersiapkan kemanangan calonnya. Sebuah kejanggalan dan keanehan, mengapa itu tidak dilakukan. Padahal sejak dulu Golkar adalah partai yang paling getol menggelar deklarasi dukungan pada calonnya. Sementara partai pendukung dan pengusung Dua Srikandi sudah menggelar Deklarasi dukungan. Karena itu lazim dan "harus" dilakukan oleh partai pengusung atau pendukung terlepas siapa calonnya.

“Kita tidak menggelar deklarasi dukungan pemenangan calon Bupati, karena kita memang tidak mendukung mereka. Kalau mereka merasa didukung partai Golkar dan punya massa silahkan gelar deklarasi”, ujar salah satu tokoh sesepuh Golkar Klaten. Dan jika saya dan temen-temen saat ini diam karena kita mendukung Dua Srikandi, dan gerakan itu nyata.
Persamaan, kesamaan, dan kemesraan dua tokoh ini tak diragukan lagi.
Semua calon boleh mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari para pendukungnya. Namun semua akan dibuktikan nanti di 9 Desemeber 2015. Yang jelas siapa yang menjadi Bupati adalah mereka yang terbaik dan pantas memimpin kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini. Namun jika kita menyadari sebagai orang Jawa, maka jabatan kursi Bupati tidak lepas dari Pulung. Dan siapa yang punya pulung tersebut, menurut beberapa winasis pulung Bupati tak jauh dari sosok yang memiliki garis darah dari Raden Kanjeng Kyi Sutowijoyo atau Eyang Majastho salah satu senopati perang Majapahit. Maka siapa yang bisa merangkul beliau, maka dialah yang akan ketumrapan Wahyu tersebut.( neo/red)          

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...