Klaten Butuh Pemimpin Sik Jujur Lan gelem Kerjo. Bukan Sekedar Pintar Ngoceh.

Si Mulut Besar makannyapun banyak
Mendekati hari hari pelaksaan pencoblosan, suasana kampung soyo rame lan regeng. Dipercaturan politikpun cuaca sangat panas dan konon suhu mencapai angka lebih dari 70 derajat Celsius. Temperatur tinggi yang mudah tersulut menjadi kobaran api jika kita membuang putung rokok sembarangan.

Warung HIK Cak Rikun yang biasanya santai dan adem ayem malam ini juga tampak gayeng dan sedikit panas. Pakde Teller, Kang Sular, Den Baguse Panjul karo mbah Atmo Genjik sajak serius diskusi tentang debat Pilkada yang akan digelar sebagai salah satu agenda kampanye para calon. Sementara Mas Melok dan mas Gempil sajak dadi pendengar setiap karo klepas- klepus nyedot Bintang Buana Mild.

“Piye pakde. Jare sesuk ono debat calon Bupati. Lho opo jagomu iso menang yen kon adu argumentasi”, tanya kang Sular pada pakde Teller.
“ooooo.... gaka begitu kang. Walau jagoke Cewek tapi dia Du Srikandi yang mumpuni kang. Ora patiyo pinter Pidato ning tegas tur iso nyambut gawe. Maksudku debatpun nggak masalah.. Siapa yang takut”, jawab pakde teller.
Moh Ali Si Mulut Besar Tapi mentes
“Lhoo debat ae kok sajak dibuat serius to ini. Memang begitu urgentnya masalah debat, kelihatanya pada begitu semangat bicara masalah debat”, sela mbah Atmo genjik.

“Penting sih penting mbah. Tapi juga nggak begitu penting banget. Debat khan nanti kepentingannya digunakan saat pemimpin sudah mulai bekerja, fungsinya biar teteh dan teteg jika bicara dimuka panggung jadi nggak banyak pengaruhnya dengan kinerja dilapangan”, bela kang teller.

“Yang penting kan kinerja, kejujuran serta loyalitas dan totalitas pengabdian yang tiada henti to mbah”, sambung kang teller sajak nggak mau kalah.

“Betul sekali pakde. Tapi walau tidak begitu berpengaruh ada kinerja, kalau bisa calon juga pinter debat atau ngomong, tapi jangan buat ndebat yang nggak bener lan minteri rakyate. Karena kalau hanya pinter debat dan pinter ngomong tapi hanya buat ndebat dan minteri rakyate dewe yo ngapain. Mendingan milih Bupati sing Bisu sekalian”, ujar Den Baguse panjul.
Kuda Nil Mulut Besar Badan besar tapi oon
“Cucok...eeee cocok itu Den.. Saya setuju alias pendapat dengan sampeyan. Pemimpin tidak hanya diukur dengan pinter debat atau pinter ngomong. Yang penting kerja, jujur, dan total mikirken warganya”, potong mas Melok sajak semangat mergo bar etuk weselan soko bojone neng Korea.
“Lho jadi Debaat besok itu nggaka ada manfaatnya no Bos”, tanya Mas gempil..

“ooo ya ada to mas. Debat tetap perlu tapi tidak bisa dijadikan patokan bagi calon. Kalau kita menilai calon Bupati hanya lewat debat maka kita ini rakyat Goblok alias ook. Debat bisa diambil manfaatnya, misal kita tahu karakter, sifat, dan watak calon dari gaya dan intonasi bahasa dan ucapanya”. Jawab Den Baguse
Mourinho si mulut besar dari Chelsea
“ Aku Wis Mudeng alias suadah jelas welo-welo saiki”, kata mbah Atmo Genjik. “ Artinya kita tidak serta merta harus memilih calon yang pinter pidato atau ahli debat. Tapi justru kita bisa mempelajari calon dari cara dan gaya bicaranya. Mana yang konsisten, mana yang nggedebus, mana yang suka obral janji akan ketahuan”, lak yo ngono to Pakde teller.

“Bitul...bitul... bitul mbah Atmo. Makanya tolong temen, sauadara, keluarga dan semuanya dikandani. Jangan mudah terbuai dan terhipnotis oleh calon yang pinter ngomong atau pidato. Karena belum menjamin dia calon pemimpin baik. Jangan sampai kita punya pemimpin yang hanya pinter nggedebus tapi nggak becus ngatur pemerintahan. Iso- iso Klaten ambyar jadinya ”, jawab pakde teller.
Kebesaran nggedebuse sampek ra duwe rai
Jadi artine ngene lho...do tak bilangin ya. Kita ini butuh dan mengidamkan pemimpin yang jujur, mau bekerja, loyal dan cinta Klaten. Maksudte.. embuh lanang embuh wadon gak masalah yang penting mau dan bisa bekerja apalagi mau melanjutkan pembangunan Klaten yang belum selesai.

Kita tidak butuh pemimpin yang pinter ngoceh atau juara lomba pidato. Tapi kita tidak butuh Bupati sik pinter nggedebus. Tapi kita butuh pemimpin yang bisa jadi panutan dan pengayom wargane. Apalagi bila bisa menampilkan pemimpin sik wedok kabeh. Maka Klaten akan mengukir sejarah di Indonesia dan rakyat Dunia karena punya pemimpin dan wakilnya wedok kabeh. (red/neo Pamungkas)

  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...