Kekeringan Landa Trucuk. Warga Bero Mulai Suntik Sumur.

Warga terpaksa menyuntik sumur agar keluar airnya.
Klaten Mattanews.comMusim kemarau akibat pengaruh El ninomulai di rasakan oleh warga Bero, trucuk, Klaten. Daerah yang pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya tidak mengalami kekeringan panjang,  pada musim kemarau kali ini warga mulai mengeluh kesulitan air. Kesulitan mulai dirasakan warga dukuh Karang kulon, Bero, Trucuk.

Warga mengeluhkan air sumur sudah tidak dapat di gunakan lagi karena asat (kering). Untuk mensiasati kondisi ini warga terpaksa melakukan pengeboran sumur (menyuntik) agar debit air disumber mata air menjadi besar.

Salah satu warga yang telah melakukan pengeboran ialah Lagino. (48), karena sumurnya sudah asat jika ditimba airnya sudah bercampur lumpur. Untuk itu dengan modal sekitar Rp 300 ribu dia memanggil tukang gali sumur untuk melakukan pengeboran (menyuntik). Setelah dilakukan penyuntikan sedalam dua meter debit air kembali besar dan sumurpun bisa digunakan. “Dari pada membeli air lebih baik menyuntik sekaligus menguras sumur karena airnya lebih baik”, ujar Lagino.

Sementara itu Jagul (52) tukang bor sumur menuturkan, dalam waktu satu bulan ini dirinya telah mengebor sumur di daerah Karang kulon sebanyak 40 sumur lebih. Umumnya warga ameminta tolong tenaganya karena sumurnya sudah kering. “Biasanya untuk mendapatkan air bersih sumur saya suntik hingga kedalaman 12 meter, sehingga debit air menjadi besar dan kualitas airnyapun bening dan baik.” katanya.

Sedang untuk pengeboran satu sumur menurut bapak 3 anak ini, di butuhkan biaya sebesar Rp.300 ribu, belum di tambah dengan perlengkapan pralon dan sebagainya. Namun demikian dirinya tidak pernah mematok harga pasti, karena apa yang dilakukan selain bekerja juga untuk menolong sesama. (lala/red)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...