Gugur Gunung Ciri Khas Budaya rakyat Klaten Yang Harus Dilestarikan.

Bupati Klaten H. Sunarno saat serahkan banatuan pada warga
Klaten Mattanews.com – “Gotong Royong atau gugur gunung adalah sebuah bentuk kepedulian antar sesama peninggalana nenek moyang yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Dengan cara dan jiwa ini para leleuhur kita mampu menjadikan sebuah bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang beradab, beretika, berbudi luhur dan menjunjung tinggi kebhenikaan dan persudaraan. Budaya dan jiwa Gotong Royong yang sudah mulai luntur diperkotaan ini hendaknya harus dilestarikan dan dijaga rohnya. Karena hanya dengan budaya ini kita bisa menjadi sebah bangsa yang besar”, demikian disampaikan Bupati Klaten H.Sunarno SE saat melakukan peletakan batu pertama pembuatan rumah tidak layak huni yang diteruskan pemberian bantuan secara simbolis di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Klaten jawa Tengah.

Dihadapan warga masyarakat Bupati menegaskan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 8000/ warga, untuk membagun rumahnya adalah hal yang mustahil untuk bisa menjadi sebuah rumah yang layak ditempati. Namun dengan semangat gotong royong yang masih tinggi dan membudaya pada masyarakat Klaten bantuan stimulan dari pemerintah sekecil itu bisa digunakan maksimal sehingga berdiri sebuah rumah yang layak ditempati.
Gotong Royong/gugur gunung tradisi yang harus dilestarikan
“ Tidak ada satupun insiyur atau ahli bangunan yang bisa membelanjakan dan membangun rumah hanya dengan uang Rp 8 juta. Namun kenapa di Klaten ini bisa. Bahkan kini sudah lebih dari 4000 rumah tidal lajak huni bisa dibangun dan berdiri. Semua karena adanya semangat gotong royong dan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang  masih kuat di Klaten. Unuk itu saya meminta agar budaya gugur gunung atau gotong royong tetap dijaga dan dilestarikan dan dijadikan salah satu ciri kepribadian rakyat Klaten”, tegasnya.(get/now)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...