Gara Gara Ditolak Numpang Mobil Pejabat.Wartawan Pulang jalan kaki Sejauh 9 Kilometer.

Saking keselnya wartawan naas ini tertidur di kursi.
Klaten Mattanews.com   - Ini peringatan bagi para jurnalis yang bertugas di Klaten dalam melakukan liputan yang jauh dari perkotaan. Karena jika tidak hati hati anda harus rela jalan kaki usai melakukan tugas di lapangan. Seperti yang dialami Hilal Bin Alfarouq salah satu wartawan yang harus jala kaki sejauh 9 kilometer karena ditolak numpang mobil pejabat Pemkab Klaten saat akan pulang usai liputan.

Tidak semua  pejabat dijajaran Pemkab Klaten BerHati Mulya dan punya rasa tepo seliro. Hal ini dibuktikan dengan terlantarnya salah satu wartawan gara-gara tidak boleh numpang mobilnya saat akan pulang. Kejadian tersebut terjadi saat ada acara tilik desa oleh Bupati Klaten di Desa Pakisan Cawas Klaten beberapa waktu lalu.

Malam itu wartawan naas ini pergi ikut liputan dengan menumpang kendaraan kabag Humas Pemda Klaten menuju lokasi acara di Desa Pakisan Cawas Klaten. Namun usai acara yang bersangkutan bingung saat akan pulang kerumah yang berjarak sekitar 9 kilometer dari lokasi. Sementara Kabag humas pulang duluan sebelumnya sudah memberi tahu yang bersangkutan.

Karena sudah larut malam jam menunjukkan pukul 23,00. Dirinya mencoba cari angkutan ojek namun tidak ada. Kebetulan melintas mobil dinas milik salah satu pejabat dengan nomor AD 33 XX yang juga mau meninggalkan lokasi acara. Saat dirinya menghampiri mobil  tersebut dan menyampaikan maksudnya untuk numpang pulang, dijawab tidak bisa mobil sudah penuh.

Akhirnya dengan terpaksa wartawan naas tersebut pulang dengan berjalan kaki. Beruntung baru berjalan sekitar 2 kilometer, ada saudaranya yang atang menjemput. Akhirnya dengan perasaan gerundel dirinya bisa sampai rumah sekitar jam 12.10 malam."Sebenarnya saya sudah ngomong baik-baik dan hanya nunut pulangn namun dijawab tidak bisa mobil sudah penuh", ujar wartawan tersebut.  

Kejadian ini cukup memilukan dan mengenaskan. Dan yang perlu dicatat dan digaris bawahi, ternyata tidak semua pejabat di jajaran Pemkab Klaten yang memiliki jiwa toleran dan tolong – menolong. Apalagi dengan rakyat jelata. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...