Dasan Al Baadii K.Tergeletak Di Garasi Mobil. Bayi Malang Yang di Buang Ibunya.

Surat Wasiat yang menyertai Dasan Al Baadii.K

Klaten Maattanews.com -
Seorang bayi laki-laki di temukan di salah satu rumah penduduk kampung Banyuanyar,Gayamprit, Klaten Selatan. Bayi yang di perkirakan berusia sepekan tersebut di temukan tergletak di halaman rumah  Aris Isdianto guru  SMP 6 Klaten (6/10).  Menurut keterangan Aris Isdianto (47) warga Banyuanyar, bayi tersebut di temukan di depan garasi rumahnya ketika pulang dari masjid usai sholat subuh.

“anak saya melihat seorang perempuan yang mondar mandir di depan rumah, sebelumnya ia juga mendengar suara tangisan bayi” papar Aris , menceritakan penemuan bayi.Untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan, sekitar jam 06.00 WIB Aris membawa bayi tersebut ke YPBT (Yayasan Pemeliharan Bayi Terlantar) di Damaran, Gayamprit, Klaten Selatan, yang tidak jauh dari rumahnya,  untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Di duga, bayi yang di buang tersebut merupakan hasil hubugan gelap.

Terpisah, pengurus Yayasan Pemeliharaan Bayi Terlantar (YPBT) menjelaskan bahwa bayi laki-laki yang di serahkan oleh Aris, di perkirakan berusia sepekan, dengan panjang 50 centimeter dan bobot 3,5 kilogram dan dalam keadaan sehat. Di samping itu bayi tersebut juga telah di bekali nama oleh orang tuanya, hal itu terungkap dari selembar surat yang di tinggalkan bersama susu dan perlengkapan bayi.

“Ya, ada selembar kertas ditinggalkan yang menyebutkan identitas nama si bayi,” ujar pengurus Yayasan Pemeliharaan Bayi Terlantar (YPBT), Sri Rejeki, Selasa (6/10).
Sementara itu, pemerintah melalui Dinsosnakertrans akan memfasilitasi bayi tersebut  dengan BPJS maupun jamkesmas. Hal tersebut di ungkapkan oleh Heri Pratomo, Staff Seksi Kesehatan Dinsosnakertrans Klaten, usai menjeguk bayi itu di YPBT.

Di lain pihak, Kepolisian sektor kota langsung melakukan olah TKP seusai menerima laporan pembuangan bayi, gerak cepat tersebut membuahkan hasil, selang satu hari pasca penemuan bayipihak kepolisian telah mengantongi nama orang tua yang menelantarkan bayi tersebut.
“Kami menemukan salinan Kartu Keluarga (KK) dan KTP,” ungkap Kapolsekta Klaten, AKP Warsono, Rabu (7/10).

Temuan itu bermula saat pengurus Panti Asuhan Yayasan Pemeliharaan Bayi Telantar (YPBT) Klaten membongkar-bongkar tas perlengkapan berisi pakaian ditinggalkan orangtua pembuang bayi. Berdasarkan salinan KK dan KTP, terduga orang tua pembuang bayi berinisial P, lahir tahun 1982.  Warga Dukuh Jamalan, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah. Untuk itu pihak kepolisian akan memanggil terduga orang tua pembuang bayi untuk proses peneyelidikan, sedangkan untuk penetapan tersangka masih di butuhkan Visum dari tim medis dan pemeriksaan lainya, imbuh Kapolsekta Klaten, AKP Warsono. Pelaku terancam jerat Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Nomor 23 Tahun 2002 dengan pasal 77. Adapun ancamannya maksimal kurungan lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta (lala/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...