Sebulan Belum Bayaran.Ratusan Petugas Entri Data Mengeluh.Kantor BPS Klaten "Ingkar Janji"

Kasihan kerja sebulan lebih belum dibayar
Klaten Mattanews.com - Petugas pengentri data yang di pekerjakan oleh kantor BPS mengeluhkan belum di bayarnya hasil kerja mereka selama ini, padahal mereka bekerja selama dua mingu bahkan ada yang lebih. Pekerjaan pemutakhiran data kependudukan warga klaten sudah selesai di kerjakan. Hampir satu setengah bulan menunggu setelah pekerjaan rampung, bayaran yang di natikan tak kunjung di terima, padahal mereka di janjikan akan di bayar setelah pekerjaan selesai. Namun hingga saat ini gaji yang mereka tunggu-tunggu belum juga turun. Tak tangung-tangung ada sekitar 150 petugas entri data yang menunggu pembayaran tersebut.

Menurut keterangan salah satu petugas entri data kependudukan, Aditiya (20) warga Sekalekan, Klaten. Dirinya ikut menjadi petugas entri data karena di ajak oleh teman. Menurut keterangannya, pekerjaan entri data tersebut di bayar dengan sistem borongan. Untuk per lembar data akan di bayar sebesar Rp. 2000,- (dua ribu rupiah), namun informasi besaran biaya borongan itu hanya di dapat dari keterangan sesama petugas pengentri data, bukan langsung dari pegawai atau pun pimpinan kantor BPS, sehingga belum ada keterangan pasti, tentang berapa besaran nilai borongan pekerjaan entri data tersebut. Dari 150 pekerja entri data, setiap  petugas rata-rata mampu memasukan data  kependudukan sebanyak 1000 hingga 1500 lembar selama dua minggu.
Ojo ngoyo mbak.Wong yo bayarane seret
“Untuk bayaran perlembar data yang di masukan belum jelas harganya, namun berdasarkan informasi dari teman-teman sesama petugas pengentri data, perlembarnya akan di bayar sebesar dua ribu rupiah” ujar Aditya. Lebih lanjut Aditiya menjelaskan, bahwa tidak ada kesepakatan atau kontrak kerja yang di tandatangani saat dirinya mendaftar sebagai petugas entri data kependudukan di BPS, ketika mendaftarsebagai petugas entri data, dirinya langsung di terima dan langsung bekerja. ”saya ikut kerja di ajak teman, dan tidak ada kontrak kerja” imbuh Aditiya.

Belum jelasnya harga borongan per lembar data juga menjadi pertanyaan petugas entri data, namun yang lebih di pertanyakan kapan hasil kerja mereka di bayar, mereka berharap BPS segera mencairkan pembayaran atas pekerjaan yang telah di lakukan dan akan menggunakan uang tersebut untuk mencukupi kebutuhan.

Untuk memperjelas permasalahan tersebut mattanews.com mencoba mengkonfirmasi kebenaran terkait belum di bayarnya petugas pengentri data oleh kantor BPS melalui telephone, namun hingga berita ini di turunkan, kepala BPS Sumar wiyanto tidak merespon dan memberikan keterangan terkait hal ini. (lala/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...