Spanduk Dua Srikandi Mulai Hilang Dilibas "Sindikat Maling"

Gambar balon no 3 sudah hilang. Nomor satu sudah mau hilang dan nomor 2 tetap utuh.
Klaten Mattanews.com – Pilkada tinggal dua bulan lagi. Suhu politikpun mulai panas dan rawan. Barbagai cara dilakukan masing masing kubu untuk meraih kemenangan. Menjual visi misi, obral janji dan program, Turun kebawah biar dikira peduli rakyat hingg sampai melakukan kampanye hitam dan mengarah pada tindak kriminal.

Ditengah upaya tetap berkampanye dengan cara simpatik dan  konsisten dengan aturan yang ada, pasangan calon nomor 3 yang disusung oleh Partai Demokrasi Perjuangan Klaten yakni Dua Srikandi Hajah Sri Hartini – Hajah Sri Mulyani justru paling banyak mendapat serangan dari berbagai penjuru. Hujatan berasal dari media sosial, media cetak yang menyudutkan pasangan ini yang didukung oleh 6 partai lain seperti PKS, PPP, HANURA, GERINDA, NASDEM, serta sebagain besar kader dan elite Golkar ini semakin gencar dilakukan oleh pihak lain seiring semakin mantapnya posisi Srikandi.

Dihajar habis habisan lewat pemberitaan, kini giliran beberapa spanduk gambar pasangan Sri Hartini – Sri Mulyani digerilya oleh “sindikat maling” spesialis gambar nomor 3 milik dua Srikandi. Hasil pantauan dilapangan saat ini sedikitnya ada 3 tempat gambar atau spanduk dari calon Sri Hartini – Sri Mulyani “hilang” dicuri sindikat.

Pertama di pojok desa Gemolong Kelurahan Buntalan dan di daerah Gembyok Desa Jimbung Kali Kotes. Anehnya yang hilang hanya gambar milik nomor 3. Sementara untuk calon lain utuh. Sementara di Buntalan gambar calon nomor 1 dan 3 rusak dan hilang yang ada hanya gambar calon nomor 2. Hal sama juga terjadi di pertigaan dukuh Gembyok Jimbung Kalikotes.
Andi Purnomo SH
Sementara di jalan raya Wedi – Bayat sebuah spanduk besar milik salah satu calon tampak masih berdiri gagah. Baleho dengan ukuran 2 X 1,5 meter ini tampak terawat rapi tanpa ada sedikitpun upaya untuk menurunkan. Hal ini terlihat dari kondisi spanduk yang masih rapi dan berdiri tegak seperti “dilindungi” oleh orang orang tertentu.

Sementara wakil ketua DPC PDI Perjuangan Klaten Andi Purnomo mengaku prihatin dengan adanya aksi yang dilakukan pihak tertentu yang masih menggunakan cara cara licik dalam berkampanye. Namun demikian dirinya tetap tidak akan terpengaruh dengan upaya profokatif tersebut. Dirinya meminta untuk semua kader dari semua partai pendukung serta relawan untuk tetap berkampanye dan berperilaku sopan, arif dan mematuhi semua aturan yang ada. 

"Jangan terpancing dengan hilangnya spanduk. Kita adalah kader dan relawan yang berpendidikan dan tahu aturan. Maka harus selalu bertindak dan berbuat secara dewasa dan tetap menjaga etika jangan sampai melanggar aturan yanag ada. Kader Srikandi harus tetap menjaga dan menjunjung etika, sopan santun dalam berperilaku", tegasnya (get)    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...