Klaten Kabupaten layak Anak Tingkat Madya. 13 Desa Menyandang Predikat Layak Anak.

Bunda PAUD Klaten Hj Sri Mulyani dan Wakil Bupati Hj Sri Hartini Bersama Bunda PAUD
Klaten Mattanews.com
Halaman Pendopo Pemda Klaten Jawa Tengah, Jum’at pagi (4/8) menjadi milik anak anak Klaten. Ratuan anak dari berbagai PAUD,Kelompok Belajar,TK dan SMK berbaur menjadi satu mengikuti peringatan hari Anak Nasional. Berbagai kebolehan ditunjukkan anak anak dihadapan Bunda PAUD Klaten Ibu Hajah Sri Mulyani dan wakil Bupati Klaten hajah Sri Hartini serta bunda PAUD kecamatan se  Kabupaten Klaten. Tanpa rasa takut dan penuh dengan keberaniaan anak anak bernyayi dihadapan para Bunda PAUD dan berhak mendapat bingkisan yang disediakan berupa sepeda serta hadiah lain.
Wakil Bupati Klaten Hj Sri Hartini bersama siswa berprestasi

Klaten memang boleh berbaga. Kabupaten yang akan segera memiliki pemimpin baru ini telah menyadang predikat ‘Kabupaten Layak Anak tingkat Madya. Penghargaan yang diberikan  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini tidak tanpa alasan. Sudah tiga kali berturut turut Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini meraih prestasi sama.

Prestasi tentang kepedulian terhadap anak ternyata mampu mencuri perhaaian Pemerintah pusat yang akhirnya menaruh perhatian besar terhadap apa yang telah dilakukan Klaten. Tak hanya itu Klatenpun dijadikan pusat kajian tentang anak oleh tim kajian Nasional.
Anak- anak berprestasi Klaten

“ Klaten dinilai menaruh perhatian yang lebih dan penuh terhadap keberadaan dan perlindungan anak. Maka tak heran jika  tim penilai dari pusat melakukan penilaian dan kajian di Klaten”, demikian ditegaskan KIepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Klaten Siti Aysiyah Agustin pada upacara peringatan hari anak Nasional di Halaman Pendopo Pemkab Klaten.
Tunas bangsa generasi Emas Klaten
Sementara itu  Wakil Bupati Klaten Sri Hartini mengungkapkan, dengan ditetapkannya Klaten sebagai Kabupaten layak anak  tingkat Madya, maka ketiga kalinya Klaten meraih predikat layak anak. Hal itu diraih pada 2012 meraih peringkat Pratama dan  2013 peringkat Madya.

Terkait prestasi dan kepedulian terhadap anak yang begitu tinggi maka tak heran jika Pemkab Klaten telah menerbitkan Perda Nomor 9 tahuin 2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak sebagai Perda Pertama Tingkat Nasional. Maka tidakheran jika  dari 401 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten, 13 desa dinyatakan telah sebagai desa layak anak.
Kecil cabe rawit dapet hadiah sepeda dari Bu Wakil
Menjawab beberapa pertanyaan dari beberapa siswa SMK/SMU yang mengikuti jalannya perayaan hari Anak Nasional tentang masih adanya kekerasan terhadap anak kecil serta banyaknya anak sekolah memakai kendaraan, wakil Bupati menegaskan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Misalnya untuk masalah perlindungan anak, disini peran aktif PKK, Posyandu, Dasa Wisma hingga ditingkat paling bawah perlu  ditingkatkan dan diberi motivasi lebih agar seluruh anggotanya memahami dan tahu tentang pentingnya hak atas anak yang harus didapat. Sedang untuk anak usia dini yang menggunakan kendaraan saat sekolah, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian agar ditemukan cara terbaik dalam mengatasai hal tersebut.
Kasih Ibu Sepanjang massa, wajib kita hormati dan teladani
“ Apa yang telah disampaikan anak anak dan menjadi harapan mereka tentu kita tampung dan kita bahas untuk dicarikan solusinya. Misalanya masalah masih adanya kekerasan terhadap anak pada orang tua, disini peran aktif PKK, Dasa Wisma dan Posyandu ditiap desa perlu ditingkatkan. Mereka tidak hanya sekedar sebuah komunitas, tapi diberi pengertian, ilmu serta wawasan tentang perlindungan anak dan hak yang didapat. Sehingga kedepan tidak ada lagi berita anak dijewer oleh orang tuanya sendiri”, ujar calon Bupati Klaten ini. (tev/jok)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...