Kampanye HITAM Via SMS Mulai Menyerang pasangan Hj Sri Hartini - Hj Sri Mulyani.

Sengkuni, Tokoh pewayangan yang terkenal dengan kelicikannya
Klaten Mattanews.com – Kampanye Pilkada Klaten Jawa Tengah, sudah dimulai sejak tanggal 27 Agustus 2015. Namun hingga kini belum tampak ada partai pengusung pasangan Bupati melakukan kampanye dengan gerakan atau pertemuan yang cukup sensasional dan spektakuler. Semua masih landai landai cenderung anteng. Namun dibalik semua itu ada yang menarik untuk dicermati, menyusul beredarnya kampanye hitam yang ditujukan pada pasangan Sri Hartini – Sri Mulyani.

Melalui sebaran SMS oknum yang tidak pernah menyebutkan jati dirinya ini mengajak pada semua warga Klaten untuk memotong rantai dinasti dan jangan memilih pemimpin wanita. SMS yang bersifat ajakan dan profokatif ini tentunya sudah merupakan bentuk kampanye hitam yang tidak dibenarkan.
SMS kampanye hitam yang diterima Mattanews.
Menyikapi hal tersebut wakil Bupati Klaten yang juga calon Bupati Klaten Hajah Sri Hartini menanggapi santai. Menurut wakil Bupati, hal seperti itu sudah lumrah dan biasa dilakukan oleh tim sukses ketika sudah kehabisan cara untuk “membunuh” lawan. Dalam hal ini Wakil Bupati mencotohkan bagimana pak Jokowi dulu pada saat maju Pilpres dihujat dari mana mana. Tapi Beliau menanggapi semuanya dengan santai dan bijak.

“ Saya nggak papa dikanpanyekan hitam di berbagai media termasuk lewat media sosial atau via SMS. Saya tidak marah dan tidak akan menanggapi. Tapi saya justru mendoakan pada mereka yang membuat berita seperti itu agar diberi murah rejeki, kesehatan, pencerahan serta keselamatan”, ujar wakil Bupati.
Wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini SE.
Sementara itu beberapa praktisi politik di Klaten menilai kampanye hitam termasuk beredarnya SMS yang menyudutkan salah satu pasangan, menunjukkan ketidak dewasaan tim sukses atau pasangan calon itu sendiri. Ada beberapa kemungkinan mereka melakukan perbuatan seperti itu, misalnya sudah hilang rasa percaya diri, merasa kalah sebelum perang, sadar atau tidak mereka mengakui keunggulan lawan politiknya. Ingin mencari simpati kepada pemilih dengan cara menghancurkan reputasi lawan politiknya, karena partai pengusungnya tidak solid.

“Saya kira rakyat Klaten sudah pandai, cerdas dan pintar, sehingga tidak mudah terprovokasi dengan berita serta ajakan seperti itu”, Ujar Hapsoro Honggo Kusumo, pemerhati politik yang kini tinggal di Solo Hadiningrat. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...