Habib Luthfi Pekalongan Restui Hajah Sri Hartini Jadi Bupati Klaten

Habib Luthfi saat serius dengan calon Bupati Klaten Hajah Sri Hartini
Klaten Mattanews.com – Tokoh kharismatik yang juga pimpinan Torekoh se Indonesia, Maulana Al – Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan merestui pencalonan Hajah Sri Hartini menjadi Bupati Klaten tahun 2016 – 2021. Restu dan dukungan tokoh panutan bagi kaum Nahdiyin ini terungkap saat beliau berkenan menerima kehadiran hajah Sri Hartini beserta rombongan di kediamannya Selasa malam ( 15/9).

Hajah Sri Hartini yang saat ini ini masih menjadi wakil Bupati Klaten datang bersama rombongan ulama dan tokoh NU Klaten. Kehadiran rombongan diterima dengan baik oleh Habib Luthfi. Dalam kesempatan tersebut Habib juga berkenan memberi banyak wejangan serta nasehat agar ketika terpilih hendaknya mampu menjadi seorang pemimpin yang baik, jujur, amanah dan bekerja tanpa membedakan satu sama lain, demi mensejahterakan rakyatnya.
Habib saat menerima rombongan dari Klaten
Menurut ahli Torekoh Indonesia ini, sosok figur perempuan menjadi pemimpin dalam sebuah pemerintahan tidaklah begitu penting untuk dipersoalkan. Justru dengan pemimpin perempuan sebuah pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan sarat prestasi. Disini Habib Luthfy mencontohkan kepemimpinan walikota Surabaya Ibu Risma, Indonesia saat dipimpin Megawati serta kepemimpinan Qurazon Aquino presiden perempuan di Filipina. Sehingga menurutnya sudah tidak tepat dan jamannya lagi, kita mempersoalkan sosok wanita bisa tampil sebagai pemimpin.
Hajah Sri hartini usai sholah Maghrib
“Tidak semua pemimpin laki laki baik dan mampu memegang kendali pemerintahan dengan baik, bersih, dan jujur. Justru kenyataanya saat ini banyak pemimpin perempuan yang sukses dalam bidangnya. Karena seorang wanita akan lebih hati hati, teliti serta bijaksana dalam setiap mengmbil kebijakan. Maka tidak ada masalah jika ibu Hajah Hartini dan ibu Hajah Sri Mulyani mencalonkan diri maju menjadi Bupati Klaten”, ujarnya.

Sementara ada hal serta kejadian menarik dalam perjalanan menuju ke kota Pekalongan. Disaat cuacana panas akibat kemarau panjang, rombongan ibu Sri Hartini disambut hujan beberapa menit saat memasuki kota pekalongan. Begitu iring iringan mobil masuk hujan langsung berhenti. Hal ini menurut Habib sebuah pertanda baik bagi perjalanan karier ibu Hartini.(tev)                
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...