Edi Amigo Sulistiyanto Sang Inspirator dan Pecinta Budaya Leluhur.

Edi Sulistiyanto sang pecinta budaya Jawa
Klaten Mattanews.com - Bakdoku, bakdomu bakdo mobil. Nyemayani Pagaweyan Nenuntun Watak Keset. Dan masih banyak lagi filosofi filosofi jawa yang begitu kental dan melekat dalam kegiatan sehari hari yang dilakukan Amigo Group dalam menjual branding produknya di pasaran. Sebuah singkronisasi yang jauh bertolak belakang dengan trend yang terjadi saat ini, dimana banyak orang dan usahawan selalu memakai istilah istilah populair dengan bahasa dan istilah asing dalam menawarkan sebuah produk.

Namun apa yang terjadi, booming justru terjadi. Trend penggunaan bahasa jawa mampu mendongkrak omzet penjualan dan akhirnya mampu menaikkan Amigo dalam posisi teratas dan refrensi bagi masyarakat Klaten dalam hal busana. Edy Sulistiyanato itulah sosok pribadi dibalik semua sukses itu. Walau memiliki darah dari negeri Tirai Bambu, namun sejak nenek dan leluhurnya kecintaan tentang budaya leluhur Jawa telah ditanamkan begitu kuat. Maka jangan heran jika dalam kesehariannya semua keluarga dan karyawannya selalu menggunakan bahasa dan adat Jawa. Mulai dari bahasa, busana, adat istiadat hingga menu makanan.
Anak anak SD Kristen III Klaten saat main Kethoprak pelajar
Kecintaanya pada budaya Jawa yang begitu luar biasa ini akhirnya disalurkannya pada semua kegiatan yang ada. Misalnya pagelaran budaya jawa yang selalu ditampilkan dalam setiap event di Klaten. Berpakaian dan berdandan budaya jawa atau Nasional lainya seperti Sunda, Sumatera dan lainnya disetiap hari hari besar, misalnya Lebaran, Idul Adha, Natalan, Waisak dan kegiatan lain.

SD Kristen III Klaten dan SMP Kristen adalah bagian dari curahan hati sosok yang pendiam dan njawani ini. Berbagai kegiatan extra kurikuler berbasis seni budaya ia tumpahkan disini. Maka jangan hean jika dalam hal seni budaya Paud,TK,SD dan SMP Kristen Klaten yang ada di jalan Seruni Klaten ini selalu menjuarai berbagai event seni budaya mulai dari tingkat Nasional hingga Internasional. Lomba paduan suara, ketoprak, teathere boso jowo, drama sendra tari dan lainnya.
Personil ketoprak pelajar SD Kristen III Klaten
Kenapa pendidikan dan pengetahuan budaya harus ditanamkan sejak anak masih usia dini. Karena diusia inilah anak anak memiliki daya ingat yang luar biasa. Sehingga apa yang diajarkan dan ditanamkan akan kuat mengakar dan tertanam dalam jiwanya.

“Saya tidak bisa apa apa mas. Dan saya tidak pernah berbuat apa apa. Jika saya seneng budaya, karena sejak leluhur, eyang selalu mengajari kami sekeluarga membaca, memahami dan mempelajari sastra dan seni budaya leluhur. Sejak kecil seluruh keluarga kami senang membaca buku buku jawa, seperti Mahabarata, babat tanah jawa dan lainnya. Sejak itu seluruh keluarga kami begitu cinta dan kagum dengaan budaya jawa hingga sekarang”, ujarnya.
Sang Owner Amigo Group Edi DSulistiyanto
Sebuah penghargaan dan apresiasi perlu kita berikan pada sang owner Amigo Group ini. Bayangkan sabagai warga negara yang memiliki darah dari negeri Tirai bambu, namun kecintaanya pada budaya jawa, budaya leluhur sangat tingga dan luar biasa. Sementara banyak orang jawa yang justru keblinger dengan budaya asing yang kurang relevan jika diajarkan di sini.

Bertutur kata dengan boso kromo inggil yang faseh dan njawani dalam keseharian, itulah yang dilakukan beliau baik dirumah dan di perusahaan. Selamat pak Edi, semoga semangat anda dalam melestarikan budaya Jawa akan menumbuhkan generasi muda baru yang bisa mengembalikan bangsa ini dengan jati diri budaya asli yang sebenarnya.(tev)   
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...