Bupati Klaten Marah. Banyak Pejabat Yang Hanya ABS. Itu Menciderai Rakyat.

Bupati Klaten Sunarno SE. marah dengan bawahannya yang hanya ABS
Klaten Mattanews.com
- Bupati Klaten H. Sunarno SE, marah besar atas sikap dan perilaku anak buahnya yang hanya bisa berlaku ABS (Asal bapak Senang). Sehingga banyak laporan yang baik- baik namun kenyataanya dilapangan amburadul tidak sesuai laporan.Banyak pekerjaan yang dilaporkan namun pada kenyataanya saat dilakukan inspeksi di lapangan tidak sesuai yang dilaporkan.

“Saya tidak suka punya anak   buah yang hanya bisa bilang baik-baik dan kondusif, namun kenyataanya semua tidak benar. Mereka pikir saya tidak pernah cek dan turun langsung kelapangan. Banyak pekerjaan yang belum selesai, tapi mereka selalu mengatakan semua sudah beres dan berjalan baik. Mereka menyepelekan saya mungkin karena saya sudah dipenghujung akhir masa jabatan. Saya tidak suka dengan mental pejabat yang seperti ini. Ini mencederai rakyat”, tegasnya dengan nada marah saat memberi sambutan di acara HUT PDAM Klaten Senin malam (20/9) di alun alun Klaten.
Banyak kursi kosong dibelakang penonton ndomblong
Menurut Bupati banyak sikap dan perilaku anak buahnya yang akhir akhir ini bekerja hanya asal bapak senang. Bekerja tidak sepenuh hati selalu memberi laporan baik tapi kenyataan dilapangan sangat bertolak belakang. Mereka  menyepelekan apa yang menjadi tugasnya, mungkin karena melihat Bupatinya sudah akan mengakhiri masa tugasnya. Maka mereka bekerja seenaknya sendiri. ”Saya sangat kecewa dengan sikap pejabat yang seperti ini. Didepaan saya bilang yang baik baik, tapi dibelakang semua tidak benar”, tegasnya marah.

Kemarahan dan sikap kritis Bupati Klaten kepada selurh jajaran dibawahnya memang cukup  beralasan. Karena pada malam itu pagelaran ketoprak anak anak yang sedianya diperuntukkan untuk menghibur warga Klaten justru sepi dan tampak hambar. Barisan kursi yang seharusnya penuh dengan tamu undangan dan pejabat banyak yang kosong melompong. Sementara pagarisasi batas penonton yang terlalu jauh dari panggung, membuat penonton tak bisa menikmati ketoprak dengan nyaman.
Pagar pembatas antara rakyat jelata dan pejabat
“Ini bukan pesat rakyat tapi pesta pejabat. Pagar pembatas yang terlalu jauh dari panggung seakan membuat sekat antara pejabat dan rakyatnya. Kalau seperti ini kapan pejabat dan Bupati bisa dekat dengan rakyat.”, ujar salah satu penonton yang kebetulan seorang legislator.

Sementara penonton juga mengeluhkan adanya pagarisasi yang terlalu jauh dari panggung ketoprak. Didalam panggung banyak pejabat yang duduk di kursi empuk nonton sambil menikmati hidangan, sementara penonton yang diluar tidak bisa melihat tontonan ketoprak karena jaraknya yang terlalu jauh.”Saya kecewa dengan sikap panitia yang terlalu membuat jarak antara Bupati dan rakyatnya sendiri”, ujar bebeapa penonton. (R1/2/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...