Bu Hartini "Nukang" di Desa Ngalas. Serahkan Bantuan Rehab RTLH.

Tanpa Canggung Calon Bupati Klaten ini luwes memegang cetok dan labur
Klaten Mattanews.com
- 41 warga Desa Melikan dan 9 warga Dengkeng Kecamatan Wedi menerima bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Bantuan RTLH di serahkan oleh Wakil Bupati Klaten Sri Hartini S.E mewakili Bupati Klaten.penyerahan bantuan di laksanakan secara simbolis kepada  salah satu penerima. Sebelumnya calon Bupati Klaten ini juga berkenan meletakkan batu pertama pada pembangunan rumah layak huni di dukuh Ngalas, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten Jawa Tengah.

Dalam sambutan Bupati yang di bacakan oleh Sri Hartini mengatakan,  program RTLH sejalan dengan program nasional dan selaras dengan program pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sementara itu RTLH sendiri merupakan stimulan bagi masyarakat miskin yang diberikan oleh pemerintah, Sedangkan dukungan sosial masyarakat sekitar merupakan modal utamanya.
Saat meninjau rumah di Dengkeng Wedi Klaten
“Setiap tahun pemerintah menganggarkan 1000 rumah tidak layak huni untuk di pugar, hingga saat ini sudah ada 3592 penerima merasakan manfaatnya, pencapaian ini merupakan bukti pemerintah tidak hanya tinggal diam terhadap masyarakat miskin” Ujar Hartini.

Sementara itu, Camat Wedi Kukuh Priyadi, menghimbau kepada Kepala desa dan masyarakat di lingkungan penerima manfaat untuk bergotong-royong supaya rumah yang di pugar cepat selesai. Hal itu di sampaikan Kukuh dalam sambutannya.
Gugur gunung tradisi leluhur yang masih membudaya di desa Ngalas.
Salah satu penerima RTLH Yoso Prawiro (56), warga Dengkeng, sangat berterimakasih kepada pemerintah. Dengan adanya program bantuan RTLH, akhirnya angan-angan Yoso Prawiro memiliki tempat tinggal layak  segera terwujud.

“Njenengan bisa lihat rumah saya mas, masih menggunakan gedek (anyaman bambu). Dan saya bersyukur sebagai penerima RTLH, sehigga impian memiliki rumah layak terwujud, walaupun sederhana.” Ujar Yoso Prawiro.
Wakil Bupati bersama sesepuh warga Dukuh Ngalas
Sementara di dukuh ngalas, Desa Ngalas wakil bupati yang sempat menjadi “tukang batu” beberapa saat meminta agar warga tak perlu khawatir dengan keterlanjutan program ini. Program tersebut akan terus berjalan demi meningkatkan perekonomian dan kesejahateraan rakyat. Jika di desa ngalas masih ada sekitar 22 rumah yang belum direhab, Insya Alloh tahun depan semuanya sudah beres dan selesai. Termasuk jalan masuk menuju dukuh Ngalas.
Penyerahan bantuan simbolis pada warga
“ Tahun lalu ada 13 rumah yang direhab, tahun ini meningkat 24. Insya Alloh jika sampai sekarang masih ada sekitar 22 rumah yang belum direhab, tahun depan semuanya sudah beres, termasuk perbaikan jalan. Yang penting semangat gotong royong warga tetp harus dijaga dan saling tolong menolong, bahu membahu dalam setiap memikul beban pekerjaan”, ujarnya (R3/R2/red).
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...