Anang Widayaka - Sri Hartini Semakin "Lengket". Kosgoro:Pengabdian Tiada Akhir

Ketua Kosgoro Klaten Anang Widayaka bersama Wakil Bupati Klaten Sri Hartini
Klaten Mattanews.com -  Hubungan dua tokoh politik terbesar di Klaten yang kini sama sama mengusung calon Bupati di Pilkada Klaten Desember mendatang semakin baik dan mengkristal. Drs H. Anang Widayaka ketua Golkar Klaten dan Hajah Sri Hartini mantan Ketua DPC PDI Perjuangan yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Klaten tampak semakin “mesra” dan memiliki visi misi yang sama dalam Pilkada mendatang. Sebuah kalungan untaian bunga melati oleh Anang Widayaka kepada Sri Hartini yang juga calon Bupati Klaten seakan sebuah pertanda jika Gerbong Golkar dan Kosgoro nantinya akan merapat dan singgah di jalan Dewi sartika.

Untaian bunga melati yang dikalungkan Anang Widayaka ke leher hajah Sri hartini dilakukan pada Musda Kosgoro 1957 Kabupaten Klaten yang digelar dipendopo Pemda Klaten Sabtu (19/9). Hadir dalam acara tersebut Ketua Kosgoro Jawa tengah Bowo Sidik Pangarso yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar serta Setda Klaten Joko Sawaldi selaku ketua penyelenggara. Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 tersebut dihadiri sekitar 670 kader Kosgoro yang tersebar di 26 kecamatan.
Kalungan Bunga Melati pertanda Restunya diberikan untuk Sri Hartini
Disinggung keberadaan Kosgoro dalam Pilkada Klaten, ketua Kosgoro Klaten Drs.H.Anang Widayaka menegaskan Kosgoro bukan partai politik namun organisasi kemasyarakatan. Namun demikian sesuai semboyan Kosgoro yakni Pengabdian Tiada Akhir, maka Kosgoro akan tetap dalam sebuah pemerintahan dan mendukung sepenuhnya jalannya sebuah pemerintahan siapapun pemimpinya..

“Kosgoro adalah organaisasi yang berjuang demi peningkatan ekonomi. Maka Kosgoro akan mendukung siapaun calon Bupati dengan catatan memiliki intregritas,totalitas, kejujuran dan moralitas dan berkomitmen bekerja untuk rakyat dan cinta Klaten. Maka Kosgoro tidak asal memilih atau mendukung. Tapi slogan Kosgoro yang berbunyi Pengabdian Tiada Akhir, harusnya sudah bisa dipahami, kemana Kosgoro akan  berlabuh dan siapa calon yang layak dipilih. Dan kebetulan slogan ibu Hartini berbunyi Pengabdian Tiada Henti jadi, yang artinya punya kesamaan visi misi dan tujuan”, tegasnya.
Pengabdian Tiada Akhir sejalan dengan Pengabdian Tiada Henti
Kedekatan Sri Hartini dan Anang Widayaka bukan hal baru. Dua tokoh ini sudah dipertemukan sejak suami Sri Hartini yakni almarhum Hariyanto menjabat Bupati Klaten. Jika sekarang kedekatan tersebut kembali tumbuh dan bersemi dalam hubungan politik menjelang Pilkada, bukan suatu yang asing. Apalagi calon Bupati dan wakil Bupati yang diusung partai Golkar yakni Sunarto adalah golkar kubu Agung Laksono. Sementara Drs. H.Anang Widayakan ketua DPD Golkar versi Munas Bali. Maka tidak salah jika Golkar kubu Munas Bali merapat ke PDI Perjuangan dan partai pendukung lainnya mendukung pemenangan Sri hartini – Sri Mulyani.(get/R2)   

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...