Akibat Kemarau Panjang, Pengerajin Bata Merah Panen Besar.

Pengerajin Bata Merah di desa Ciro Pedan
Klaten Mattanews.com - Musim kemarau bagi sebagian masyarakat merupakan bencana namun bagi sebagian masyarakat merupakan berkah, terutama pengrajin batu bata membawa musim kemarau merupakan berkah tersendiri. Saat ini Batu bata yang mereka buat terjual laris manis, apalagi saat musim kemarau mesti berbarengan dengan penyerapan anggaran pemerintah di bidang pekerjaan fisik sehingga batu bata menjadi salah satu barang yang banyak di cari oleh pemborong.

“Kalau pas musim hujan, selain tidak banyak yang membangun, pengrajin pun banyak yang memeng (malas) membuat batu bata. Tapi kalau pas musim panas, kita bisa kehabisan stok karena banyak permintaan” ujar Marto Paimin (57), pengrajin batu bata desa Ciro, Keden, Pedan.

Selama ini harga batu bata relatif stabil, perseribu batu bata dari pengrajin di hargai 650 hingga 700 ribu, untuk batu bata bakaran kayu. Lain lagi dengan harga batu bata yang di bakar dengan sekam padi, biasanya harganya dibawah harga batu bata yang di bakar dengan kayu, imbuh Marto Paimin.
Butuh keuletan dan ketlatenan
Lebih lanjut Marto Paimin menambahkan, di Klaten, pengrajin batu bata tersebar di beberapa tempat, ada sentra-sentra industri produk batu bata, seperti di Kecamatan . Wedi, Klaten Selatan, Ceper, serta Kecamatan . Karangdowo. Dan beberapa tempat lainnya. Sehingga masyarakat bisa menetukan pilihan untuk mencari batu bata sesuai dengan ukuran dan jenis batu bata yang di inginkan.

Selama ini usaha produksi batu bata masih di kerjakan dengan cara-cara konfensional, sehingga untuk mencetak batu bata hingga proses pembakaran memerlukan waktu yang cukup panjang. Dengan begitu menjadikan harga batu bata cukup mahal, namun harga tersebut belum bisa menutupi biaya produksi dan bahan baku.

“kami juga pengin di perhatikan oleh pemerintah, mungkin dengan memberikan pelatihan atau alat produksi batu bata, selama ini kami membuat batu bata masih dengan cara manual” pungkas Marto Paimin.(lala/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...