Wakil Bupati Klaten "Jadi Penonton" Di Acara Kirab Budaya Sedekah Bumi Loh Jinawi Manisrenggo.

Wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini menyapa penonton
Klaten Mattanews.com -  Kirab Budaya sedekah bumi loh jinawi yang digelar pemerintah wilayah kecamatan Manisrenggo, Klaten Jawa Tengah, berjalan sukses dan mendapat perhatian luar biasa dari warga setempat. Ribuan rakyat memadati sepanjang jalan kota kecamatan untuk menyaksikan langsung prosesi kirab yang dimulai sekitar pukul 14.00. Namun sayang dalam acara semeriah itu kehadiran wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini yang juga calon Bupati Klaten kurang mendapat perhatian dari panitia. Sehingga kehadiraannya terkesan hanya “sebagai penonton”. Pemegang kendali justru tampak didominasi Camat Manisrenggo Rina Damayanti.
Gunungan sayur mayur hasil tanah Manisrenggo
Acara yang berlangsung cukup semrawut ini semakin mengacaukan jalannya prosesi kirab budaya sedekah bumi. Pidato dan sambutan yang disampaikan Camat Manisrenggo dan wakil Bupati tidak digubris penonton, karena warga sudah saling berebut gunungan yang terbuat dari berbagai macam sayur dan buah buahan hasil bumi tanah Manisrenggo. Praktis baru beberapa patah kata, wakil Bupatipun mengakhiri pidatonya. Sementara prosesi penghormatan yang biasanya dilakukan para peserta saat sampai di panggung kehormatan seperti lazimnya dilakukan pada setiap acara parade, nyaris tidak ada. Hanya beberapa regu yang melakukan. Lainnya hanya lewat begitu saja tanpa penghormatan.
16 gunungan yang siap diperebutkan
Kirab budaya berlebel sedekah bumi loh jinawi ini telah digelar pemerintah kecamatan Manisrenggo sejak beberapa tahun lalu. Peserta terdiri dari perwakilan seluruh desa yang ada di wilayah Manisrenggo ditambah instansi lain seperti, sekolah, KUD, Puskesmas, Gapoktan dan unsur TNI dan lainnya. Mereka mengusung gunungan yang terbuat dari berbagai aneka sayur mayur serta buah buahan untuk didoakan sebelum diperebutkan untuk umum. Hal tersebut sebagai bentuk dan perwujudan rasa syukur dan terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara belum dimulai gunungan sudah ludes diserbu penonton
Namun sayang event yanag sebenarnya punya daya jual pariwisata ini tidak digarap profesional. Entah siapa yang menjadi sutradara, yang jelas hiburan yang seharusnya menjadai tontonan menarik bagi warga setempat tidak bisa dinikmati dengan cantik oleh warga karena terkesan awut awutan asal jalan. Apalagi banyak peserta karnaval  yang belok tengah jalan tidak melewati panggung kehormatan sehingga banyak penonton kecewa.” Panitianya tidak profesional pemandu acaranya juga tidak tanggap, sehingga prosesi kirab jadi semrawut tidak karuan”, ujar penonton asal Balerante.
Hajah Sri Hartini yang akhirnya urung Pidato 
Wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini yang juga calon Bupati Klaten mengaku bangga dengan semangat gotong royong dan kebersamaan warga Manaisrenggo dan sekitarnya. Potensi yang ada hendaknya dapat lebih ditingkatkan dan dijaga demi mencapai masyarakat yang lebih sejahtera. Terkait jalannya prosesi kirab wakil Bupati hanya berpesan agar panitia lebih profesional dan pandai mengatur acara sehingga prosesi kirab bisa berjalan baik dan bisa menjadi tontonan yang menghibur warga.

“Saya bangga dengan kesuburan tanah Manisrenggo dan terharu dengan kebersamaan mereka dalam bergotong royong. Jiwa dan semangat ini hendaknya dapat dipertahankan demi menciptakan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera”, ujarnya (get/R1)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...