Upaya Laten "Menjatuhkan" Sri Hartini Mulai Tampak. Gelarnyapun "Dibuat" Salah.

Baleho yang dipasang di Alon - alon Klaten
Klaten Mattanews.com -  Pilkada Klaten masih cukup lama berlangsung. Penetapan calon di KPU pun belum dilakukan. Namun persaingan dan perseteruan antar calon yang maju nampak mulai ramai dan panas. Antar calonpun sudah mulai mencari strategi pemenangan dan saling mencari kelemahan lawan. Sehingga banyak cara dilakukan para tim sukses untuk memenangkan calon pada pertarungan nanti. Akhirnya segala cara dilakukan dan dihalalkan yang penting menang.

Seperti yang dialami wakil Bupati Klaten Sri Hartini dengan dua buah balehonya yang terpasang dibeberapa titik di wilayah Klaten Jawa Tengah. Wakil Bupati Klaten yang kini ikut bertarung dalam Pilkada Klaten nanti  memiliki gelar kesarjanaan SE. Namun entah mengapa dua buah baleho yang dipasang di pusat kota,  alon – alon Klaten dan Prambanan bertulisan SH. Entah disengaja atau sekedar kesalahan cetak semua belum terungkap. Yang jelas tertulisnya gelar SH di dua baleho besar tersebut telah membuat rakyat Klaten bingung dan bertanya tanya ada apa dibalik ini. Karena mereka tahu Sri Hartini bertitel SE.

Ironisnya, setelah dilakukan investigasi lapangan dua baleho ukuran jumbo yang sudah terpasang tersebut “dibuat” oleh bagian Humas Pemda Klaten. Sehingga sangat tidak masuk akal jika staf atau Kabag Humas tidak tahu gelar pemimpinnya. Apalagi humas selalu berhubungan dalam semua kegiatan Bupati dan wakil Bupati, terkait penulisan sambutan dan sebaran informasi. Beberapa pertanyaanpun muncul ke permukaan karena Kabag Humas Klaten adalah kakak kandung salah satu Balon Bupati yang kemarin gagal mendapat rekomendasi.
Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto
Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto terkejut dengan temuan tersebut. Setelah mendapat laporan dirinya langsung menghubungi Kabag Humas Klaten Gandung Wahyudi mengapa bisa sefatal itu dalam menulis gelar wakil Bupati. Menurut Agus sesuai penjelasan Kabag Humas kesalahan tidak di Humas Pemda tapi di bagian percetakan.

“Kita sudah menegur langsung pada Kabag Humas Klaten mas. Karena dua baleho ini yang memasang bagian humas Pemda. Mereka menjawab kesalahan di percetakannya. Yang saya tidak habis pikir, mengapa seorang Kabag Humas tidak teliti dalam hal ini. Apakah tidak ada staf yang memeriksa dan mengecek baleho sebelum dipasang. Jika sudah terlanjur seperti ini, siapa yang dirugikan”, tegas Agus.

Beberapa sumber mengatakan terpasangnya dua Baleho besar di pintu masuk kota Klaten dari arah Yogyakarta, tepatnya dekat Pos Lalu lintas Klaten dan pusat kota alon  alon Klaten sarat muatan politis. Ada unsur kesengajaan dalam penulisan gelar. Karena jika tidak berunsur politis, mengapa spanduk masih dibiarkan tanpa ada upaya dari bagian Humas Klaten untuk mencopot atau menghapus titel dan mengganti dengan yang benar.” Mosok to mas bagian humas sampai tidak tahu gelar pemimpinnya. Kok sampai saat ini gak ada upaya memperbaiki atau mencopot gambar tersebut, ada apa dibalik semua ini”, ujar sumber.

Sementara itu Kabag Humas Klaten Gandung Wahyudi, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Telepon selulernyapun tidak bisa dihubungi. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...