Pemda Klaten Tak "BERNYALI" Hadapi RSDJ DR.RM. Soejarwadi. Tanpa IMB Bangunan 4 Lantai Jalan terus.

Terlalu. Bangunan 4 lantai dibangun tanpa IMB dapat berjalan mulus. Klaten memang Hebat untuk yang beginian.
Klaten Mattanews.com -  Pemda Klaten Jawa Tengah, dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Paja dan bagian perijinan tampaknya tak bernyali menghadapi rumah sakit Sudjarwadi yang terletak di Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan. Hal itu dapat dilihat dari masiah terus berlangsungnya pembangunan gedung 4 lantai milik RSJD Sudjarwadi walau nyata nyata tidak memiliki ijin IMB. Keberanian justru datang dari warga setempat yang nekad melakukan penyegelan pembangunan gedung, walau sempat dihalang halangi pihak kontraktor dan aparat. Ada apa dibalik semua ini mengapa Pemda membiarkan bangunan tersebut terus berlanjut, menjadi tanda tanya besar di masyarakat.

Hingga saat ini belum ada satupun instansi terkait di Pemda yang bergerak melakukan penindakan atau pengecekan terkait adanya penyegelan pembangunan geding tersebut. Semula warga berharap Pemda atau Satpol PP cepat bertindak dengan adanya pelanggaran tersebut. Tapi kenyataanya mereka malah tutup mata, seakan tidak pernah tahu jika ada masalah antara rumah sakit dengan warganya. Tidak ada satupun petugas dari Satpol PP yang memiliki kewenangan melakukan penertiban datang atau menyegel bangunan tersebut.
Bangunan yang kini disegel warga. Satpol PP Klaten tidak tahu menahu
Pembangunan bangunan rumah sakit 4 lantai milik RSJD Soedjarwadi hingga saat ini memang tidak memiliki IMB. Warga dukuh Candirejo, Desa Danguranpun marah dan menyegelnya. Warga akan menyegel proyek ini tanpa batas waktu dan akan membuka kembali jika pihak rumah sakit mampu menunjukkan IMB. Hal tersebut diakui Ancho, koordinator pemuda setempat yang akan tetap berpegang pada prinsip aturan kebenaran.

 “Warga kami tidak sulit tapi sabar dan selalu sopan. Apa yang kami lakukan demi menegakkan aturaan dan tata tertib. Maka selama rumah sakit masih bersikap arogan pada warga dan tidak bisa menunjukan IMB bangunan dan tidak mau memenuhi satu permintaan warga yakni jaminan keselamatan bagi sekitar 15 KK yang berdampak langsung dengan bangunan tersebut, maka warga akan terus menyegel proyek tersebut”, tegasnya.
Suwarno.S.Kep.Ners. Ka. Instalasi PKH2.L RSDJ.Soedjarwadi Klaten untuk yang beginian.
Sementara beberapa sumber menduga tidak beraninya Pemda dalam hal ini Satpol PP menegakkan Perda tentang aturan perijinan karena sudah “terkondisiskan” oleh pihak rumah sakit. Sehingga walau berita tentang pembangunan gedung 4 lantai sudah menggema di masyarakat dan terekspose media, Satpol PP tetap diam karena sudah “tak bernyali”

Direktur RSDJ Soejarwadi dr Tri Kuncoro melalui Kepala Instalasi.PKH.L Suwarno S.Kep.Ners mengakui jika sampai saat ini bangunan tersebut memang belum memiliki ijin bangunan (IMB). Hal tersebut terjadi karena masih ada  warga yang belum bersedia tanda tangan, sehingga proses perijinan belum bisa berjalan.

” Kita akui memang proyek tersebut belum ber IMB. Namun kami terus berupaya agar masalah tersebut segera selesai dan pengajuan IMB berjalan lancar. Maka dalam waktu dekat pihak rumah sakit akan segera bertemu dengan warga”, tegasnya.(get/R1)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...