PDAM Klaten Tanggung Semua Beaya Perawatan Akibat Bocornya gas Chlor di Gardu Pompa Pamardikarya.

Dirut PDAM Klaten Irawan SH. didampingi Dirtek Sigit Setiawan.B
Klaten Mattanews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten Jawa Tengah menanggung semua beaya perawatan bagi warga yang terkena kebocoran gas Chlor yang terjadi di gardu sumur dalam Pamardikarya yang terletak di gang Sidoluhur, kampung Tegal Kepatihan, Bareng Kidul, Kecamatan Klaten Tengah Klaten. 23 korban satu diantaranya petugas PDAM sudah kembali kerumah masing masing setelah mendapat perawatan di rumah sakit Cakara Husada Klaten. Sementara kerusakan sudah diperbaiki dan kondisi kembali normal dan aman.

“ Semua warga yanag terkena dampak dari kebocoran gas sudah kembali pulang kerumah masing masing, setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Hanya ada satu pasien yang memerlukan perawatan intensif dan kebetulan dia petugas dari PDAM sendiri. Namun syukur alhamdullilah yang bersangkutatanpun sudah bisa pulang dalaam keadaan sehat wal’afiat”, demikian ditegaskan Direktur Utama PDAM Klaten Irawan SH pada keterangan perssnya dihadapan awak media Jum’at ( 21/8)

Hasil investigasi lapangan, menurut Irawan kebocoran sudah terdeteksi sekitar pukul 07.30, setelah sebelumnya pukul 05.00 pagi petugas melakukan pengecekan dalam kondisi aman. Melihat ada kebocoran petugas langsung melakukan upaya perbaikan namun tidak berhasil. Jam sembilan upaya dari para tekhnisi PDAM yang datang ke lokasi belum mampu mengatasi keadaan. Semetara warga sekitar sudah mulai merasakan gejala keracunan akibat menghirup gas chlor yang bocor.
Korban gas chlor yang sempat dirawat
Sekitar pukul 11.30 tabung gas baru berhasil di evakuasi setelah tim Damkar Klaten dibantu pihak Polisi datang melakukan penanganan. Tabung langsung di bawa ke TPA Jomboron untuk diamankan. Sementara satu unit ambulance disiapkan dilokasi kejadian guna mengantisipasi jika ada warga yang menjadi korban susulan karena menghirup gas chlor.

Direktur tekhnik PDAM Sigit Setiawan Bimantoro menjelaskan tabung yang bocor sebenarnya masih baru dan layak pakai karena baru berumur dua tahun. Sementara sesuai aturan dan standar yang ada tabung tersebut memiliki masa berlaku hingga 10 tahun. Jika saat ini ada kebocoran dimungkinkan adanya tekanan gas yang cukup tinggi sehingga menimbulkan kebocoran. Sementara fungsi gas chlor sendiri sebagai pembunuh kuman dan bakteri pada air namun tidak berbahaya bagi manusia, karena takaran dan pemakaiannya sudah diatur.

“ Secara umur dan kondisi tabung, sebenarnya semua masih dalam kondisi baik dan laik pakai. Namun karena ada tekanan yang begitu kuat dari dalam atau kesalahan tekhnis, akhirnya menimbulkan kebocoran pada tabung. Tapi saat ini semua sudah terkendali dan aman. Tabung gas sudah kami ganti dengan tabung yang lain”, ujar Sigit.       
Dirut didampingi direksi saat memberi penjelasan pada awak media.
Sumur dalam Pamardikarya dibangun sejak tahun 1990. Sumur yang berada ditengah pemukiman warga ini memiliki debit air 5 liter/detik guna mencukupi kebutuhan air minum wilayah kecamatan Kalikotes, Srago dan sekitarnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut Direktur PDAM Irawan SH dan seluruh direksi serta jajaran PDAM yang ada minta maaf pada warga desa bareng, khusunya warga kampung Tegal Kepatihan yang menjadi korban yang diakibatkan kerusakan tabung gas milik PDAM. Selain minta maaf PDAM siap menanggung semua biaya yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. (tev/R1)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...