PDAM Klaten Makan Korban. Tabung Meledak 23 Penduduk Dilarikan ke Rumah sakit.

korban ledakan gas beracun di rawat di RS Cakra Husada
Klaten Mattanews.com
- Sebanyak  23 warga harus mendapatkan perawatan  di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten akibat Gardu PDAM yang berlokasi di Jalan Rajawali, Gang Sidomulyo, RT 03/RW 05 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten mengeluarkan gas diduga beracun, Kamis (20/08/2015). Gas itu keluar dari tabung zat  klorin yang mengalami kebocoran. Warga mengalami gejala pusing, mual, mutah setelah menghirup gas yang berasal dari gardu PDAM yang berada di tengah pemukiman penduduk.

Dr Yoga Hastanti  Tim medis yang menangani  puluhan warga tersebut menjelaskan , sekitar pukul 11.00 WIB , karena  tabung gas  meletup  dan mengeluarkan gas  hingga radius ratusan meter ke pemukiman penduduk beberapa warga yang menghirup  dilarikan ke rumah Sakit.
“  tadi siang awalnya baru beberapa warga yang dilarikan kesini, setelah saya jaga sudah mencapai 23 orang, 22 orang rawat jalan dan satu warga masih menjalani perawatan di bangsal sawitri”jelasnya.

Dia menyebut selain warga sekitar  polisi dan pegawai PDAM sendiri yang berada di lokasi tersebut ikut dirawat karena menghirup gas yang keluar  dari gardu tersebut.
“ Mereka rata-rata mengeluh sesak nafas, pusing, mual, hingga sakit mata, kami bersama tim medis lainnya  terus berupaya memberikan pertolongan kepada para warga yang datang ”pungkasnya.
Direktur PDAM Klaten Irawan SH.
Direktur PDAM Klaten Irawan SH mengakui telah terjadi kebocoran di tabung gas klorin yang berfungsi sebagai pembunuh kuman di air. Namun semua sudah ditangani dan kini kondisi normal kembali. Sementara dari 23 korban yang dirawat di RS Cakra Klaten sudah diperbolehkan pulang hanya tinggal satu petugas dari PDAM yang masih memerlukan perawatan.

Menurut Irawan semua keugian yang ditimbulkan oleh kerusakan tabung yang mengakibatkan beberapa warga harus dilarikan ke rumah sakit, PDAM Klaten akan menanggung seluruh pembiayaan yang ditimbulkan.” Kita sudah tangani dan lapor pak Bupati. Semua yang diakibatkan oleh kebocoraan menjadi tanggung jawab PDAM”, ujarnya.

Kapolres Klaten, AKPB Langgeng Purnomo, melalui Kapolsek Klaten Kota, AKP Warsono, mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mencari tahu penyebab bocornya tabung gas tersebut. Pihaknya juga membenarkan ada beberapa petugas yang dirawat di rumah sakit. (noe/red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...