Nasib Pencalonan Sunarto Sebagai Wakil Bupati Ada Di Tangan Anang Widayaka.

Pasangan One Krisnata - Sunarto
Klaten Mattanews.com – Penetapan calon Calon Bupati dan wakil Bupati Klaten Jawa tengah serta pengambilan nomor urut peserta sudah dilakukan. Namun bukan berarti semua calon bisa langsung melenggang mengikuti tahapan berikutnya. Karena ada peraturan setiap anggota Dewan atau PNS aktif yang akan maju sebagai calon Bupati atau wakil diharuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Mengacu pada aturaan inilah maka calon wakil Bupati Sunarto belum amal betul untuk mengikuti tahapan berikutnya. Karena jika salah satu ketua partai, dalam hal ini ketua partai Golkar tidak mau menandatangani surat pengunduran dirinya maka pencalonan Sunarto bisa gagal.

Calon wakil Bupati Sunarto yang juga anggota Dewan dari Fraksi Golkar saat dihubungi mengaku telah memproses surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Klaten. Hal tersebut dilakukan setelah adaya penetapan.Untuk tahapan ini dirinya optimis dalaam waktu 60 hari sesuai waktu yang diberikan pihak KPU, dirinya mampu menyelesaikan semua itu.
Calon Wakil Bupati Sunarto. M.Hum
“ Waktu yang diberikan bagi saya untuk mengurus surat pengunduran diri  60 hari setelah penetapan. Dan saya yakin waktu tersebut lebih dari cukup untuk mengurus proses surat menyurat. Sehingga bagi saya masalah pengunduran tidak masalah dan tidak ada kendala. Karena sesuai aturan yang ada untuk mengurus surat pengunduran diri tidak lebih dari 1 bulan”, ujarnya.

Sementara saat ditanya tentang kesiapannya menghadapi Pilkada mendatang, Sunarto menjelaskan semua persiapan sudah dilakukan dengan baik. Konsolidasi, strategi serta langkah apa yang akan diambil sudah dilakukan. Sehingga tidak ada masalah dalam menghadapi Pilkada mendatang.
Ketua DPD Golkar Anang Widayaka
Ketua DPD Golkar Klaten versi Munas Bali Drs. H. Anang Widaya, hingga saat ini mengaku belum menerima surat permohonan diri dari saudara Sunarto. Dirinya tidak akan mengajukan permohonan surat pengunduran diri Sunarto kepada Pimpinan DPRD Klaten, selama tidak ada permintaan dari yang bersangkutan.

“ Masalah surat pengunduran diri adalah hak pribadi beliau. Jika yang bersangkutan datang pada saya untuk mengurus surat permohonan berhenti dari keanggotaannya sebagai anggota Dewan saya akan layani dengan baik. Namun jika tidak sayapun akan diam, tidak akan mengurus surat tersebut”, tegasnya.     
Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto
Sementara itu Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto saat dihubungi menegaskan belum menerima surat penunduran diri dari keanggotaan Sunarto sebagai anggota Dewan. Mengacu pada surat permohonan rekomendasi, surat pengunduran nanti juga harus ditandatangi oleh kedua ketua partai yang ada. Baik dari Golkar kubu Agung Laksono dan Golkar kubu Abu Rizal bakri. Atau dimungkinkan dari masing masing kubu membuat surat pengunduran diri.

“Mengacu pada keluarnya suat rekomendasi yang diterima saudara Sunarto, maka untuk surat pengunduran dirinya juga harus ditanda tangani oleh kedua ketua partai Golkar. Baik kubu Agung dan Golkar Munas Bali. Semua demi kepastian hukum”, ujarnya.
Tiga kontestan calon Bupati Klaten
Sementara itu beberapa politisi Klaten menegaskan ini kesempatan bagi Anang Widayaka jika ingin melakukan politik balas dendam terkait kegagalanya maju sebagai wakil Bupati. Karena jika ketua Golkar ini tidak mau tanda tangan maka dapat dipastikan pencalonan Sunarto sebagai wakil Bupati akan gugur.

“Sekarang tinggal mas Anang. Punya keberanian dan jiwa seperti itu apa tidak. Karena tanpa tanda tangan beliau Sunarto tidak bisa nyalon wakil Bupati. Saat ini yang pegang kartu AS justru Anang Widayaka”, tegasnya.(tev) 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...