Menjelang Pilkada Klaten. Anang Widayaka siap Keluar dari "Golkar".

Drs.H.Anang Widayaka dengan sang Tokoh H. Otto Saksono
Klaten Mattanews.com – Pergeseran peta politik di Klaten Jawa Tengah menjelang Pilkada Desember mendatang penuh intrik dan permainan sirkus. Sulit membedakan lawan dan kawan. Semua lebih memilih jalan pragmatis demi kepentingan “partai”. Namun semuanya syah – syah saja karena pada hahekatnya politik adalah kekuasaan. Dan itu harus dilakukan jika ingin tetap memiliki eksistensi politik dan pengakuan.

Menjelang Pilkada Klaten, pernyataan keras dilontarkan ketua DPD Golkar versi Munas Bali Drs. H. Anang Widayaka yang menyatakan siap keluar dari kantor Golkar jika dalam inkrah nanti Golkar Munas Bali dinyatakan kalah. Dia dan sekretaris dan mungkin pengurus yang lain serta PK akan keluar dengan legowo, dengan jiwa besar akan menerima apapun hasil keputusan nanti.
Para elite dan sesepuh Golkar Klaten siap menetukan arah politik partai
“ Saya dan pak Tarmuji selaku sekretaris dan mungkin disertai para pengurus lainnya termasuk PK dengan sangat legowo akan keluar dari kantor Golkar dengan baik baik dan menjunjung tinggi etika dan kesopanan. Bersikap sebagai seorang kasatria saya siap meninggalkan kantor Golkar dengan segala konsekwensinya”, demikian ditegaskan Drs.H.Anang Widayaka menyikapi perkembangan politik saat ini.

Terkait suara Golkar Munas Bali akan dibawa kemana, dengan tegas semua masih menjadi tanggug jawab dirinya. Dan akan dibawa kemana suara golkar nanti semua tergantung kebijakannya dan pengurus yang lain. Yang jelas menurut Anang, bagaimana sikap Golkar di Pilkda nanti semua menunggu komando darinya.
"Kemesraan dan kedekatan " dua tokoh Klaten ini sudah terjalin lama
“Kita punya sekitar 21 PK dari 26 PK (Pengurus Kecamatan) yang ada di Klaten ditambah pengurus strktural, dewan pertibangan serta simpul simpul partai seperti Kosgoro, AMPI, KNPI dan lainnya. Kekuatan yang tidak kecil ini akan saya gerakkan dn arahkan kemana menunggu hasil inkrah.Tapi yang perlu digaris bawahi kami akan bersikap dan melakukan penjajagan guna menyamakan persepsi dan arah perjuangan kedepan. Jika memang PDI Perjuangan memiliki arah perjuangan yang sama serta visi misi kedepan yang jelas dan riil, bukan tidak mungkin Golkar yang dipimpinnya akan bergabung kesana”, ujarnya. (tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...