"Dicuekin" Di Manisrenggo, Terobati Di Tasyakuran Bersih Sendang. Sri Hartini Di Elu-elukan Warga Ceper.

Ibu Wakil Bupati Hj Sri Hartini didaulat nyanyi bersama
Klaten Mattanews.com -  Panitia Sedekah Bumi Kecamatan Manisrenggo Klaten Jawa Tengah boleh “mengesampingkan” peran Wakil  Bupati Klaten Hajah Sri Hartini di acara festival gunungan hasil bumi yang berlangsung Kamis ( 27) kemarin. Namun sambutan sebaliknya diterima wakil Bupati Sri Hartini saat menghadiri acara tasyakuran bersih sendang Sinongko di desa Pokak, kecamatan ceper Klaten. Ribuan warga ceper begitu mengelu-elukan calon Bupati Klaten ini sambil mengacungkan tangan dengan simbol salam metal tiga jari.

Keibuan kharismatik dan ramah. Itulah yang membuat warga Desa Pokak dan sekitarnya begitu antusias menunggu kedatangan wakil Bupati Klaten Hajah Sri Hartini. Walau belum menjadi Bupati namun beberapa warga sudah meneriakkan yel yel... bu Hartini Bupati... bu Hartini bupatiku. Maka tak heran begitu ada kesempatan, para ibu ibu saling berebutan minta foto bareng dan mengajak wakil Bupati nyanyi bareng.  
Tanpa dikomando merakapun langsung memberi salam metal tiga jari
Acara tasyakuran sendiri berjalan penuh lancar dan khidmat. Ribuan warga desa Pokak dan sekitarnya tampak serius mengikuti prosesi hajatan yang diadakan setiap tahun sekali yang selalu jatuh pada hari Jum’at Wage. Acara yang ditandai dengan pemotongan hewan korban berupa kambing sebanyak 170 ekor ini sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Maha Pencipta, karena telah melimpahkan rahmat, rejeki dan kesehatan pada warga setempat, sehingga walau dimusim kemarau petani tetap bisa panen.

Sementara dalam sambutannya wakil Bupati Hajah Sri Hartini meminta agar warga tetap memelihara budaya para leluhur termasuk acara tasyakuran di sendang Sinongko. Karena budaya kita memiliki nilai luhur yang tinggi dan penuh dengan ajaran cinta kasih dan gotong royong. Karena dengan tetap melestarikan budaya, kita mampu membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang terkadang bisa membawa dampak negatif para generasi muda.
Tak mau kalah dengan ibu ibu, bapak bapakpun pingin foto bareng dengan Bu Hartini
“ Budaya kita memiliki nilai ajaran budi pekerti yang tinggi dan luhur. Maka sudah selayaknya kita lestarikan dan kita jaga. Karena hanya dengan menjaga dan kelestarian budaya peninggalan leluhur kita bisa membentengi masuknya budaya asing yang kadang membawa dampak dan pengaruh buruk bagi mentalitas generasi muda. Untuk itu saya meminta agar tradisi tasyakuran di sendang Sinongko ini untuk terus dijaga kelestariannya. Insya Allah Pemerintahan kedepan akan lebih memperhatikan situs sejarah budaya yang ada di klaten”, tegasnya.  
Ibu Hartini nyanyi duet menghibur warga ceper Klaten
Sebelum meninggalkan lokasi ibu Hartini di daulat oleh para ibi ibu yang tergabung dalam kelompok PKK dan Dasa Wisma untuk menyanyikan sebuah lagu, diteruskan nyanyi berang lagu jawa Perahu Layar. Sontak suasana semakin gayeng penontonpun ikut bergoyang bersama mengiringi suara merdu calon Bupati Klaten ini.
Sendang Sinongko dan warga yang makan bareng kembul bujono disekitar Sendang
Tasyakuran bersih sendang Sinongko diikuti oleh desa yang ada di sekitar sendang. Dalam acara ini warga yang mampu menyembelih hewan korban berupa kambing untuk dimakan bersama sama. Sehingga pada puncak acara ribuan warga mulai anak anak hingga usia dewasa tumplek blek di sekitar sendang untuk makan bersama sama. Menu dagingpun dimasak seragam yakni gulai atau tongseng. (get)  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...