Bupati Klaten Perintahkan PU Klaten Hentikan Proyek 4 lantai RSDJ Soedjarwadi.

Asisten I Sekda Bambang Sigit Balak Sinugroho
Klaten Mattanews.com – Bupati Klaten H.Sunarna.SE memerintahkan agar Dinas PU Klaten segera mengeluarkan surat peringatan sekaligus penghentian sementara pembangunan proyek 4 lantai yang saat ini belum memiliki IMB. Selain menghentikan proyek Bupati juga meminta agar Satpol PP melakukan pemanatauan di lokasi untuk memastikan proyek tersebut berhenti dan tidak ada aktivitas pekerja.

“ Bupati, dalam hal ini Pemda melalui Asisten I Sekda memerintahkan agar pembangunan proyek 4 lantai tersebut dihentikan sementara, selama belum memiliki ijin. Dinas PU telah kami perintahkan untuk segera membuat surat pemberitahuan sekaligus peringatan kepada pihak rumah sakit agar menghentikan pembangunan tersebut”, demikian ditegaskan Asisten I Sekda Klaten Bambang Sigit Balak Sinugroho dalam rapat koordinasi (rakor) Bupati yang diadakan setiap Senin.

Menurut mantan Kepala Bapeda ini, selain meminta pihak rumah sakit menghentikan sementara pembangunan tersebut, dirinya juga sudah memerintahkan satuan polisi pamong praja (Satpol) PP Klaten untuk terus melakukan pemantauan disekitar lokasi. Satpol berhak menjalankan tugasnya dalam menegakkan Perda yang ada. Dalam hal ini wajib menghentikan para pekerja proyek jika masih nekad melakukan aktivitas pekerjaan disana.
Lokasi pembangunan gedung 4 lantai
“Selama rumah sakit belum bisa menunjukan IMB, maka proyek tersebut tidak boleh diteruskan. Sebagai bagaian istitusi negara, seharusnya RSDJ mampu memberi contoh yang baik bagi masyarakat dengan melakukan pekerjaan yang sesuai aturan tidak malah melanggar aturan. Ini salah satu contoh perbuatan yang tidak patut di tiru”, tegas Bambang.

Sementara itu dalam dialog warga dengan rumah sakit yang diadakan di halaman RSDJ Soedjarwadi Senin malam( 3/8), tidak mencapai kesepakatan. Acara yang dihadiri seluruh instansi terkait seperti, Muspika, Dishub, Perijinan, BLH serta pejabat Pemda, terpaksa ditinggal warga karena pihak rumah sakit tidak konsisten. Akhirnya pertemuan dibubarkan tanpa menghasilkan satu kesepakatan.

“Kita tetap berpijak pada aturan dan mentaati aturan, selama rumah sakit masih bersikap arogan seperti itu maka warga siap melakukan perlawanan”, tegas Acho Antariksa tokoh pemuda setempat.(tev)   
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...