Ketua DPD Golkar Drs.H.Anang Widayaka "Hilang". Tidak Hadir Dalam Pengundian Nomor Urut Calon Bupati Di KPU.

Tiga Pasang Calon Bupati Klaten saat mengambil nomor undian peserta.
Klaten Mattanews.com – Kamis (25/8) KPU Kabupaten Klaten sukses menggelar acara pengundian atau pengambilan nomor bagi pasangan calon Bupati yang akan mengikuti Pilkada Klaten mendatang. Fauzan – Sri Haramanto yang maju lewat jalur Independen mendapat nomor urut 1. One Krisnata – Sunarto yanag diusung partai PAN dan Golkar mendapat nomor urut 2. Sedang pasangan Hj Sri Hartini – Hj Sri Mulyani yang diusung partai Demokrasi dengan 7 partai pendukung mendapat nomor urut 3.
Ketua KPU Klaten Farida saat pimpin sidang
Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi berjalan lancar dan tertib. Ratuan massa pendukung dari ketiga pasangan diatur sedemikian rupa guna mengantisipasi munculnya gesekan yang tidak diinginkan. Para pendukung One Krisnata – Sunarto berada disebelah utara dekat SD Negeri III Klaten. Pendukung Fauzan – Sri Harmanto ada disebelah selatan dekat kantor PGRI. Sementara pendukung dua Srikandi dengan salam metalnya menguasai jalan depan rumah dinas Wakil Bupati hingga kantor KPU.

Sementara itu dalam acara pengambilan nomor yang dihadiri seluruh ketua partai, baik pengusung dan partai pendukung ada satu hal yang menarik dan cukup menggelitik untuk diketahui. Disaat semua ketua partai pengusung dan pendukung hadir di acara tersebut, termasuk Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo, ketua Partai Golkar Klaten versi Munas Bali Drs. H Anang Widayaka dan sekretaris H.Tarmuji ST tidak datang.  Hal ini cukup menyita perhatian publik dan menjadi issu hangat.
Dua Srikandi saat menandatangi kampanye damai bermartabat
Ketidak hadiran sang ketua Golkar Klaten ini mau tidak mau suka tidak suka sebuah pukulan telak bagi kubu pasangan One Krisnata – Sunarto. Karena disaat pasangan Srikandi mendapat dukungan 6 partai pendukung, seharusnya posisi Golkar sebagai partai pengusung bisa menjadi penyeimbang kekuatan lawan. Namun ternyata sang ketua Golkar justru “hilang” entah kemana. Akhirnya "insiden" ini semakin mengutakan rumor politik yang berkembang saat ini dimana  Anang Widayaka beserta jajaran pengurus PK dan kadernya telah merapat ke kubu Sri Hartini.
Drs.H.Anang Widayaka - Sri Hartini  Setumpeng berdua.Saat acara Pramuka di Kemudo
Sementara Ketua DPD Golkar Klaten versi Munas Bali Drs.H. Anang Widayaka menegaskan syah syah saja rumor itu berkembang dan masyarakat menginterprestasikannya. Tinggal dari sudut pandang mana penilaian itu diberikan. Yang jelas selaku ketua partai dirinya tidak bisa mencegah atau melarang kaderya dalam menentukan pilihan di Pilkada nanti.

”Memilih adalah nurani dan kepuasan. Itu hak azazi individual yang bersifat sangat pribadi. Maka saya tidak bisa memaksa atau melarang anak buah saya untuk menentukan pilihannya. Kalau saya tadi tidak hadir karena saya tidak punya kartu pengenal jadi tidak bisa masuk ”, ujar Anang (tev)     
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...