ADI. Koalaisi Yang Tak Jaya Lagi dan Konsistensi PDI Perjuangan Dalam Pilkada.

Koalisi ADI yang tidak JAYA lagi. In Memoriam
Klaten Mattanews.com – Koalisi AD1 Jaya, sebuah gabungan enam partai politik yang sempat terbentuk menjelang Pilakada Klaten diharapkan mampu menghentikan laju pencalonan Bupati yang diusung oleh PDI Perjuangan. Namun betapa ironisnya koalisi yang dimotori lima partai yakni Golkar, PAN, PPP, PKS dan Gerinda plus dua partai tambahan yakni Demokrat dan PBB, karena harus rontok sebelum Pilkada ini berlangsung. Itulah Politik yang tidak pernah mengenal konsistensi, legalitas, dan keabadian. Politik adalah praktis dan pragmatis. Politik boleh berbohong tapi tidak boleh salah.

Berita politik yang terjadi Sabtu sore (7/8) cukup menghentak rakyat Klaten Jawa Tengah. Pasangan balon Bupati Harjanto – Sunardi yang diusung partai Gerinda, PKS dan Hanura dikabarkan mundur dari pencalonan. Sebuah kejutan politik yang luar biasa, karena saat itu juga terjadi pergeseran peta politik di Klaten yang sangat tajam, seiring terjadinya lobi dan deal politik instan dan cepat yang dilakukan beberapa partai agar jangan sampai ketinggalan “angkutan” di Pilkada nanti.

Jika Benar Gerinda dan PKS harus bubar dalam Pilkada ini, maka yang paling terpukul adalah para elit parpol pemrakarsa koalisi yang saat itu begitu yakin akan loyalitas, militaniseme partai, sehingga yakin mampu megimbangi kekuatan partai sebelah. Kini koalisi ADI JAYA sudah tak Jaya lagi. Kalau boleh lebih extrem lagi, ADI JAYA sudah almarhum dan tinggal kenangan. Egois, ambisi pribadi dan kepentigan  golongan telah mencarut marutkan niat bagi perjuangan mereka sendiri.

PAN dan “Golkar” sempalan koalisi Adi Jaya yang kini mengusung One Krisnata dan Sunarto serta didukung partai Demokratpun belum aman betul dari peta dukungan. Ingat keluarnya putusan Pengadilan negeri Jakarta yang memenagkan kubu Aburizal Bakri dengan putusan serta merta, membuat kubu munas Bali berkibar kembali. Jika ini terjadi dan inkrah berpihak pada Munas Bali, maka belum tentun “Golkar Klaten” akan tetap menginap di “Hotel Galuh” Klaten.

Sementara akan dibawa kemana massa pendukung partai pengusung Harjanto – Sunardi yang sudah tak bertuan, tinggal menunggu pasangan mana yang mampu “membeli” dengan kuota tinggi. PKS jelas sulit merapat ke kubu One – Sunarto karena disitu ada PAN. Sementara Gerinda dan Hanura akan mencari jalan selamat dan menjadi sniper handal agar bidikannya tidak meleset.
Satu satunya calon Bupati yang murni kader partai
Dari perjalanan partai pengusung Balon Bupati dan calon ditampilkan, jelas kaderisasi dan militanisme partai PDI Perjuangan masih bisa dihandalkan. Tampilnya dua srikandi Sri Hartini – Sri Mulyani (ibu Yani) yang merupakan kader partai murni, adalah bukti kaderisasi,konsistensi dan militanisme di tubuh partai banteng moncong putih berjalan dengan baik.

Sehingga dari beberapa pasangan calon Bupati yang akan maju dalam Pilada Klaten, hanya PDI Perjuangan yang konsisten mengusung kader partainya. Mahar politik, tampaknya masih merupakan kata kunci dan lebih berarti bagi partai dalam mengusung calonnya di Pilkada mendatang. Seperti yang terjadi pada pasangan One Krisnata yang diusung PAN dan Golkar dimana yang bersangkutan bukan kader partai. Demikian pula pasangan Harjanto - Sunardi. Termasuk pasangan Faauzan dan Sri Harmanto. (red)      
   
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...