3 Pasang Calon Bupati Akhirnya Ditetapkan KPU. Gerinda Akhirnya Merapat ke Sri Hartini - Sri Mulyani.

Dari 5 menjadi 6 partai yang merapat ke PDI - P
Klaten Mattanews.com – Setelah melalui rapat tertutup di kantor KPUD Kabupaten Klaten 3 pasang balon Bupati peserta Pilkada Klaten 9 Desember mendatang akhirnya ditetapkan. Melalui surat nomor: 37/Kpts/KPU-tab/012.329461/2015, tertanggal 24 Agustus 2015 yang ditandatangani ketua KPUD Klaten Siti Farida, pasangan Hj Sri Hartini – Hj Sri Mulyani, One Kristanta – Sunarto dan pasangan Fauzan – Sri Harmanto berhak mengikuti tahapan berikutnya.

Untuk selanjutnya ketiga pasangan tersebut Rabu (25/8) pukul 08.00 diminta hadir ke kantor KPU guna mengambil undian nomor urut peserta. Dengan dittapkannya 3 calon tersebut maka dapat dipastikan pasangan Hardjanto – Sunardi tidak mengikuti pemilihan Bupati Klaten karena tidak bisa melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan.
Kedekatan Sri Hartini - Anang Widayaka bisa merubah peta politik
Sementara itu dalam usai penetapan peserta Pilkada, pasangan Sri Hartini –Sri Mulyani kembali mendapat dukungan suara. Kali ini partai Gerindra yang dikomandani mantan Kepala BKD Klaten H. Mujaeroni memastikan pilihannya untuk bergabung dengan PDI Perjuangan bersama partai pedukung lainnya. Dengan masuknya Gerinda maka jumlah partai pendukung yang siap menghantarkan Sri Hartini – Sri Mulyani menjadi 6 partai.

6 partai pendukung tersebut anatara lain, PKS, Hanura, Nasdem, 2 kubu PPP yang kesemuanya menyatakan bergabung dan mendukung terakhir Gerinda. Dengan dukungan ini, selain membuat posisi pasangan Hj Sri Hartini – Hj Sri Mulyani semakin kuat, posisi dalam parelemenpun akan semakin kuat. Karena dengan bergabungnya 7 koalisi partai diparlemen akan menghasilkan 32 kursi. Kekuatan di parlemen ini sangat menguntungkan jalannya pemerintahan kedepan.
Penjajaganpun dilakukan Ir Tugiman PDI-P dengan para tokoh Golkar Klaten
Sedang pasangan One Krisnata – Sunarto yang diusung partai Golkar dan PAN, didukung oleh partai PKB dan Demokrat. Sementara adanya dualisme kepengurusan Golkar sendiri sangat memungkinkan suara Golkar dalam Pilkada “tercerai berai”. Tidak ada yang bisa menjamin dua kubu Golkar yang ada saat ini semuanya mendukung pasangan tersebut. Karena saat ini muncul rumor Golkar sebagai Kereta pengusung pasangan One – Sunarto tidak diikuti oleh gerbong yang berpenumpang.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...