Warga Bayat Gembira. Embung Nengahan Segara Dibangun.

Harjanto. STKabid Pengairan PU Klaten Jateng
Klaten Mattanews.com
-  Rasa gembira dan suka cita dirasakan warga kecamatan Bayat, Klaten Jawa Tengah,  Khusunya warga Desa Bogem, Nengahan dan sekitarnya, menyusul akan segera dibangunnya sebuah embung yang bisa menampung air sekitar 10.000m meter kubik air. Embung ini diharapkan mampu memberi suplai air bagi warga sekitar khusunya para petani tidak akan mengalami kesulitan air disaat musim kemarau. Selain itu bisa dijadikan tempat wisata mancing, karena alam pegunungan disekitarnya sangat indah, apalagi diatas atau hulu sungai ada lokasi wisata Curug.

Kepala Bidang Pengairan PU Klaten Harjoko ST menejelaskan embung yang berada diwilayah perbatasan antara Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul tersebut diharapkana mampu menjadi tempat penampungan air yang berasal dari sungai Curug yang berasal dari pegunungan kapur (Kendeng) Gunung Kidul. Bangunan senilai Rp 2,4 milliar yang dananya berasal dari APBD tersebut  secepatnya akan segera digarap dan selesai akhir tahun ini.

“Selain berfungsi untuk pertanian dan konservasi alam sekitar, embung ini diharapkan bisa dijadikan tempat wisata dan arena mancing karena dihulu sungai terdapat obyek wisata Curug.  Untuk itu kami berharap peran serta warga dalam ikut mengelola bangunan ini jika sudah jadi nantinya. Karena akan meningkatkan perekonomian warga sekitar”, ujarnya.
Lereng sungai Nengahan yang nantinya menjadi embung
Bangunan bendung atau (plered) akan dibangun dihilir sungai yang masih wilayah Klaten tepatnya diantara dua desa yakni Bogem dan Nengahan.  Lebar sungai sekitar 20 meter panjang kurang lebih 200 meter. Bendung ini tidak akan mengganggu atau menggenangi tanah penduduk karena  sepanjang bendung atau bibir sungai akan dibangun pasangan batu, sehingga angka kebocoran serta kemungkinan terjadinya bukit longsor akibat genangan air sangat kecil.

Dengan kedalam air sekitar 5 hingga 7 meter dan lebar sungai 20 meter, menurut Harjoko air dari embung ini mampu mengocori tanah persawahan sekitar 25 hektar. Selain digunakan untuk pertanian, keberadaan embung diutamakan guna melestarikan konversi alam disekitarnya. Disamping itu dengan dibangunnya embung tersebut, air dari atas pegunungan yang selama ini meluncur kebawah dan hilang begitu saja bisa ditampung. Sehingga  jika embung sudah berfungsi normal, muka air tanah disekitar embung akan naik dengan sendirinya dan kebutuhan air penduduk, terutama dimusim kemarau dapat tercukupi.

“ Kita berharap embung ini mampu mencukupi kebutuhan air warga Bayat dan sekitarnya, terutama jika musim kemarau. Selama ini warga Bayat cukup sulit mendapatkan air bersih, terutama disaat musim kemarau. Muka air tanah yang dalam, membuat sumur penduduk sangat dan sulit air. Adanya embung ini diharapkan muka air tanah  akan naik, sehingga  sumur penduduk tidak dalam lagi.”, tegasnya.  (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...