Usai Nyekar Eyang Melati, Dua Srikandi Klaten Langsung Mendaftar Pilkada Klaten.

Sri Hartini dan Sri Mulyani naik becak menuju kantor KPU
Klaten Mattanews.com -   Partai Demokrasi Perjuangan dan Nasdem akhirnya resmi mengusung dua Srikandi Klaten yakni Sri Hartini dan Sri Mulyani maju pada Pilkada Klaten Jawa Tengah, Desember 2015 mendatang.  Sebelum mendatangi kantor KPU Klaten yang hanya berjarak 9 meter dari rumah Dinasnya, calon Bupati yang juga pejuang emansiapsi wanita Klaten ini terlebih dahulu nyekar ke makam Eyang Melati yang berada di dukuh Sekalekan, Klaten Ndeso dengan menumpang becak.

Dalam acara nyekar yang dipinpin langsung oleh Bupati Klaten, suasana di makam pendiri kota Klaten ini berjalan tertib dan khidmat. Usau melakukan doa dan mendoakan para leluhur sekitar 30 menit, rombongan meninggalkan makam dan langsung menuju kantor KPU. Bupati Klaten menegaskan acara nyekar ke makam Eyang Melati untuk mendoakan para leluhur terdahulu agar segala dosa dan kesalahan semasa hidupnya diampuni oleh Alloh.
Dua Srikandi Klaten saat tabur bunga dimakam Eyang Melati
“ Adalah kewajiban kita yang masih hidup mendoakan para leluhur kita yang telah meninggal. Baik kedua orang tua kita atau saudara. Dengan nyekar kita semakin sadar dan mengerti tentang hakekat hidup Karena disitu kita bisa mengambil pelajaran sangat berharga yakni, kalau kita semua  nanti juga akan meninggal. Untuk itu tidak salah kalau kita yang masih hidup selalu mendoakan leluhur kita agar mendapat pengampunan dari Alloh” ujar Bupati seusai nyekar.
Dipimpin Bupati Klaten H.Sunarna.SE khidmat mengirim doa untuk leluhur
Rumah dinas wakil Bupati Klaten Sri Hartini yang juga calon Bupati priode tahun 2016 – 2021 tampak ramai sejak pukul 09.00 pagi. Ratusan kader dan tokoh masyarakat tampak hadir memberi dukungan atas pencalonannya. Yang lebih membanggakan adalah bersatunya kader dan elite partai banteng moncong putih ini yang tampak hampir semua hadir dan bersatu. Jika fenomena bersatunya para banteng ini dapat dipertahankan hingga hari H pelaksanaan, pasangan Srikandi Klaten ini memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemenang.

Agus Riyanto yang juga ketua DPRD Klaten menegaskan kader PDI Perjuangan adalah kader militan yang tidak bisa dibeli oleh uang. Ideologi partai telh tertanam kuat dalam setiap kader partai. Sehingga walau kemarin ada petbedaan, namun ketika PDI Perjuangan punya hajat dan cita cita, tanpa dikomando mreka akan bersatu dalam satu suara dan satu tujuan.” Para banteng banteng tercinta Klaten pada saatnya nanti akan kembali masuk kandang bersatu untuk satu tujuan yakni memenangkan Pilkada”, tegasnya.
Hartini- Mulyani saat mendaftar di kantor KPU Klaten
Sementara itu suasana kontras terjadi di dua tempat rumah calon Bupati. Jika di rumah Sri Hartini yang juga wakil Bupati Klaten sudah dipenuhi para pendukung dan kader partai, suasana sepi dan tegang ada dirumah calon Bupati Harjanto yang di usung partai PKS, Gerinda dan Hanura. Para kader partai Hanura yang ada sejak pagi hari dan pandukung lainnya nyaris membubarkan diri karena hingga pukul 15.20 belum ada kepastian siapa yang akan menjadi wakil Bupati.

Nego poisisi siapa yang duduk di AD1 dirumah harjanto berjalan alot dan panas. Sementara Sunardi yang juga mendapat rekomendasi menjadi AD1 berada di rumahnya desa Ngerangan, Bayat dan ngotot tidak mau menjadi AD 2. Dalam kondisi genting karena kantor KPU tutup jam 16.00, sementara waktu sudah menunjukkan diangka 15.35. Maka dengan meminta bantuan aparat kepolisian yang berjaga didepan rumah Harjanto tim “menjemput” Sunardi dirumahnya yang berada diperbatasan wilayah Gunung Kidul berjarak sekitar 20 Km.(R1/red)    
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...